Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JNE: Green Building Terlalu Mahal Buat Kami

Meutia Febrina Anugrah , Jurnalis-Minggu, 24 November 2013 |13:14 WIB
 JNE: <i>Green Building</i> Terlalu Mahal Buat Kami
Ilustrasi. (Foto: weburbanist)
A
A
A

JAKARTA - Pesatnya pembangunan gedung di Indonesia khususnya Jakarta semestinya diimbangi dengan konsep yang menyesuaikan dengan tata kaidah lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah menerapkan konsep green building.

Managing Director PT JNE Johari Zein mengungkapkan, untuk menerapkan pembangunan berkonsep green building diperlukan dana yang tidak sedikit. Karenanya, JNE belum menerapkan pembangunan green building tersebut di gedungnya.

"Green building itu cost-nya terlalu tinggi. Kita belum mampu. Tapi kita terus mencoba. Dengan green friendly dulu," kata dia saat konferensi pers peresmian gedung baru JNE, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (24/11/2013).

Menurutnya, green friendly memang jauh berbeda dengan green building. Dia menjelaskan, untuk konsep green friendly, lebih ke ramah lingkungan dalam proses logistiknya bukan dalam hal bangunannya.

"Misalnya dengan hemat energi menggunakan sepeda listrik pada saat mengantar paket di kawasan Sudirman, lalu kita juga lebih banyak menggunakan box dibanding kayu," jelasnya.

Sebelumnya, Co foundeer dari Green Building Council Indonesia (GBCI) Ning Purnomohadi menjelaskan, kesulitannya untuk menerapkan geen building ini terletak pada mencari titik temu antara kebijakan dan aplikasi di lapangan.

(Yuni Astutik)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement