Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Minta Produk Kampung Tenar di Luar Negeri

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 02 Februari 2015 |13:09 WIB
Jokowi Minta Produk Kampung Tenar di Luar Negeri
Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para duta besar (dubes) Indonesia yang berada di luar negeri untuk menjadi 'sales' dan mempromosikan produk-produk usaha kecil dan menengah.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyebut, produk-produk asli Indonesia sangat banyak dan mampu bersaing di luar negeri.

"Ini yang tadi saya arahkan, agar dubes itu juga ke daerah. Pengenalan produk-produk yang ada di daerah itu betul-betul mereka punyai," ucap Jokowi di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Jokowi mencontohkan, pedagang di Pasar Tanah Abang mampu mengekspor sekira 2.000 kontainer dalam sebulan. Dalam 2.000 kontainer itu terdiri dari produk-produk usaha kecil asli Indonesia.

"Itu produknya siapa? Produk usaha-usaha kecil, usaha-usaha kampung misalnya di desa. Kemana? Ya pasarnya enggak usah, pasarnya bisa Pasar Afrika" tegas Jokowi.

Karenanya, dia mengungkapkan, dengan banyaknya produk asli Indonesia yang beragam, akan disesuaikan dengan pasar ekspor yang sesuai kebutuhan negara tersebut, sehingga menjadi optimal.

"Ini pemilihan pasar sama pemilihan produk. Bisa banyak sih, ya sudah sambung. Ini yang tidak pernah disambungkan, ini lah yang akan saya sambungkan," papar Jokowi.

Jokowi pun memberikan target-target kepada para dubes untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia.

"Tadi total targetnya sudah saya sampaikan. Nanti perincian setiap negara sudah dari Bu Menlu yang memaparkannya. Kerja harus pakai target dong," katanya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement