"Ini merupakan sebuah kehilangan yang luar biasa besar bagi keluarga besar Pertamina dan bangsa Indonesia. Almarhum adalah sosok inspiratif bagi insan Pertamina untuk senantiasa berdedikasi dan berkomitmen memberikan yang terbaik tidak hanya bagi perusahaan namun juga bagi nusa dan bangsa," tutur Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Jenazah saat ini masih berada di Singapura dan akan dimakamkan besok, 19 Agustus, di TPU Layur Rawamangun, Jakarta Timur. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Sekadar informasi, Widya menduduki posisi Direktur Utama Pertamina pada 11 Agustus 2004 sampai dengan 8 Maret 2005. Semasa kepemimpinannya, sejumlah inisiatif dan prestasi dicapai oleh Pertamina. Pada 2005, Pertamina berhasil meningkatkan produksi minyak dari 48,4 MMBO di 2004 menjadi 49,6 MMBO di 2005.
Kinerja keuangan Pertamina pada 2005 juga meningkat dengan laba bersih 27,4 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Widya juga menggagas pembaruan logo Pertamina. Filosofi logo baru tersebut tidak hanya membawa Pertamina fokus pada bisnis energi tapi juga berkomitmen pada lingkungan.
Warna hijau mencerminkan ramah lingkungan, biru mencerminkan kehandalan operasi serta SDM Pertamina dalam bersaing serta merah mencerminkan keuletan, ketegasan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.
Dari segi budaya kerja, Widya melanjutkan transformasi budaya dalam tubuh Pertamina di mana insan Pertamina dipacu lebih keras untuk lebih kompetitif dan fokus melayani pelanggan Pertamina.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.