JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan pembiayaan di industri properti cenderung tumbuh. Namun pertumbuhan rata-rata Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) pada September 2015 masih di level 7,3 persen.
Senior Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, pertumbuhan kredit di sektor real estate tumbuh 20,6 persen. Sementara untuk kredit untuk konstruksi properti juga naik 28,4 persen.
"Jadi yang belum untuk kredit KPR, per September masih 7,3 persen," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Kendati begitu, Mirza yakin pertumbuhan kredit di industri properti secara keseluruhan berkat pelonggaran kebijakan makro prudential yang dilakukan oleh BI.
"Memang ada juga pengaruh dari belanja pemerintah yang sedang didorong. Tapi pelonggaran kebijakan makro prudential juga cukup berpengaruh," pungkasnya.
Sekedar informasi, melalui RDG BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan yang saat ini berada di level 7,5 persen. Sementara untuk suku bunga deposit facility berada tetap di 5,5 persen dan lending facility di level 8 persen.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.