Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dibilang Bobrok, Ini Penjelasan Garuda soal Tertinggalnya Menteri Marwan

Hendra Kusuma , Jurnalis-Kamis, 25 Februari 2016 |17:45 WIB
Dibilang Bobrok, Ini Penjelasan Garuda soal Tertinggalnya Menteri Marwan
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

Menurut Benny, proses pergantian pesawat memerlukan waktu yang cukup lama untuk memindahkan penumpang, bagasi, kargo, catering serta kebutuhan lainnya dari pesawat PKGEH, sehingga pesawat mengalami delay sekitar satu jam dan pesawat akhirnya baru dapat berangkat pukul 11.05 WIB.

Tidak hanya itu, Benny menuturkan, sehubungan dengan keterlambatan GA206 selama satu jam, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya di mana keterlambatan tersebut disebabkan gangguan teknis yang baru diketahui menjelang keberangkatan.

"Disampaikan juga bahwa Garuda Indonesia senantiasa menjalankan delay management sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan," jelasnya.

Mengenai kerugian, kata Benny, Garuda Indonesia memang pernah merugi secara finansial tahun 2014. Pada tahun 2015 berhasil rebound dengan meraih laba bersih USD77,9 juta atau Rp1 triliun lebih. Bahkan sejak 2007 hingga 2013 mengalami keuntungan signifikan sebagaimana dilaporkan oleh KAP dan disampaikan ke khalayak umum. Adapun, sejak deregulasi penerbangan sipil komersial di Indonesia, tidak ada proteksi apapun yang diberikan ke maskapai tertentu apalagi Garuda Indonesia adalah perusahaan BUMN Persero Tbk.

Satu hal lagi, lanjutnya, Garuda Indonesia adalah satu-satunya maskapai di Indonesia yang terdaftar sebagai operator IATA Operasional Safety Audit (IOSA) yang terbukti memenuhi semua persyaratan industri penerbangan sipil global dengan dilakukannya audit badan independen secara berkala. "Garuda Indonesia juga telah menerima berbagai penghargaan termasuk; Skytrax 5 Stars, World Best Cabin Crew dan Skytrax ranking 8 dari World Best Airlines yang menandakan bahwa kinerja operasional dan standar mutu layanan sangat baik pada persaingan global," tandasnya.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement