Image

7 Megaproyek di New York Senilai Miliaran Dolar AS hingga 2035

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 00:23 WIB
https img z okeinfo net content 2017 01 11 470 1589115 7 megaproyek di new york senilai miliaran dolar as hingga 2035 J9Zk0XkbdU jpg Foto: BusinessInsider

NEW YORK - Beberapa sudut kota New York hingga saat ini masih berlangsung sejumlah pembangunan dan proyek infrastruktur yang ambisius. Sebut saja misalnya proyek perluasan sarana transportasi di Manhattan senilai USD4,5 miliar di jalur kereta bawah tanah Second Avenue, yang dibuka pada 1 Januari 2017.

Di lokasi lainnya, Hudson Yards merupakan sebuah pengembangan real estat paling mahal dalam sejarah Amerika. Di East River, Cornell University sedang membangun kampus kaca teknologi dengan ruang kelas, hotel, restoran, dan toko-toko untuk mahasiswa pascasarjana. Pada pertengahan abad ini, kota New York akan terlihat semakin berbeda, dan kemungkinan akan menarik lebih banyak penduduk baru dan wisatawan dari yang ada pada hari ini.

Mulai dari Manhattan hingga Brooklyn, Anda akan melihat beberapa proyek terbesar yang diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu dua dekade mendatang. Berikut tujuh proyek tersebut sebagaimana dilansir dari laman Business Insider, Kamis (12/1/2016).

1. World Trade Center

Sejak serangan 11 September, kota New York telah dibangun kembali dengan lahan seluas 16 are, di mana Menara Kembar dan bangunan sekitarnya berdiri.

Pada Januari 2017, 1 World Trade Center juga dikenal sebagai Menara Kebebasan (Freedom Tower), gedung pencakar langit tertinggi di kota New York, 4 World Trade Center, 7 World Trade Center, sebuah pusat transit baru, museum serangan 9/11, sebuah pusat perbelanjaan, dan sebuah taman yang semua lengkap. Dua menara lagi akan berisi gereja kecil, dan pusat seni pertunjukan yang kini masih tahap pembangunan. Konstruksi direncanakan akan selesai pada 2020.

2. Essex Crossing

Terletak di Lower East Side Manhattan, Essex Crossing akan ada 1.000 unit apartemen yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, moderat, dan menengah. Pengembangan yang menelan biaya USD1,1 miliar atau setara Rp14,67 triliun (mengacu kurs Rp13.323 per USD) ini juga akan mencakup sebuah teater film Regal, pasar jalanan baru, arena bermain boling, dan ruang budaya.

Lahan yang pernah diabaikan ini sempat menyisakan banyak lahan parkir yang merupakan hasil dari gagalnya skema pembaruan perkotaan pada 1960-an oleh pengembang pertengahan abad Robert Moses. Pembangunan Essex Crossing dimulai pada 2015 dan ditargetkan rampung pada 2024.

3. Cornell Tech Campus

Cornell, universitas Ivy League terletak di Ithaca, New York, sedang membangun kampus baru. Proyek seluas 2 juta kaki persegi ini akan terdiri dari asrama, kantor, kelas, restoran, dan hotel. Diperkirakan akan menelan biaya USD2 miliar atau Rp26,66 triliun. Kampus akan dibuka pada 2035. Universitas menerima pendanaan senilai USD100 juta atau Rp1,33 triliun dari pemerintah kota setempat sebagai tanda bantuan dalam hal pengembangan kampus.

4. Hudson Yards

Hudson Yards seluas 28 are akan menjadi proyek besar yang berisi 33 proyek kecil. Kawasan baru ini diharapkan akan selesai pada 2024, dan akan terdiri dari unit perumahan, ritel, restoran, gedung perkantoran, dan alun-alun. Kawasan akan membentang mulai dari jalan 30 hingga jalan 41 dan jalan 10 dan 11 di Manhattan.

Diperkirakan akan menelan biaya sekitar USD20 miliar atau Rp267 triliun. Angka ini merupakan biaya renovasi dari pengembang real estat termahal dalam sejarah Amerika. Sebelum di-groundbreaking, kawasan tersebut merupakan halaman rel dan ruang pembongkaran.

5. Hunters Point South

Hunters Point South seluas 30 are akan menjadi mega pembangunan di Long Island City, Queens. Nantinya proyek akan ada mengutamakan perumahan harga terjangkau dan terbesar dari jenisnya di New York City sejak 1970-an.

Lebih dari setengah 5.000 unit Hunter Point akan ditawarkan di bawah harga pasar. Pada 2015 Gothamist melaporkan lebih dari 93 ribu orang minat terhadap apartemen. Kawasan ini juga akan memiliki sebuah sekolah, ritel, restoran, dan taman tepi laut dengan feri.

Proyek ini mulai dibangun pada 2013, dengan dua dari tiga fase diharapkan akan selesai pada 2018. Tidak diketahui target rampungnya, namun ketika tahap ketiga mulai dibangun, Hunter Point South telah menerima lebih dari USD2 miliar dalam bentuk investasi swasta.

6. Pacific Park

Sebelumnya dikenal sebagai Atlantic Yards. Proyek USD4,9 miliar atau Rp65,28 triliun ini akan ada 6.430 apartemen baru (sebanyak 2.250 unit akan dijual dengan harga di bawah harga pasar), sebuah taman seluas 8 are, dan berbagai toko-toko untuk Prospect Heights, Brooklyn. Kawasan ini sudah menawarkan gedung apartemen modular tertinggi di dunia, yang dibuka pada November 2016. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2025.

7. Industry City

Bangunan-bangunan saat ini dan jalan-jalan di Industry City, sebuah kompleks industri di kawasan Brooklyn Sunset Park, mengantarkan kembali ke era 1890-an. Namun proyek besar pembangunan kembali diatur untuk diubah seluruhnya, mengubah Industry City yang akan menampilkan sebuah hotel, toko, dan pusat 16 bangunan untuk perusahaan teknologi startup.

Konstruksi dimulai pada 2012 dengan biaya miliaran dolar AS, namun pengembang belum mengumumkan kapan proyek ini akan selesai.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini