Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaga Keberlangsungan PLTA, Inalum Tingkatkan Penggunaan Teknologi

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 06 Desember 2017 |18:42 WIB
Jaga Keberlangsungan PLTA, Inalum Tingkatkan Penggunaan Teknologi
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

KUALA TANJUNG - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus melakukan upaya guna menjaga keberlangsungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) miliknya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan reboisasi disekitaran Danau Toba serta meningkatkan fungsi penggunaan teknologi.

General Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Inalum (Persero) Moh Rozak Hudioro mengatakan pasokan listrik sangat penting dalam bisnisnya perusahaan. Karena untuk membuat almunium, perusahaan membutuhkan listrik tiga kali lebih besar dari pemakaian industri pada umumnya.

"Pasokan listrik itu sangat penting sekali dalam keberlangsungan bisnis kita untuk membuat almunium," ujarnya saat ditemui di Mess Inalum, Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Selasa (6/12/2017).

Khusus untuk Danau Toba lanjut Rozak, akan menjadi sangat menentukan performa PLTA milik Inalum. Pasalnya, jika debit air dan permukaan air di Danau Toba berkurang maka pasokan listrik pun juga akan berkurang.

Baca juga: Perluas Pelabuhan Kuala Tanjung, Inalum Bakal Gelontorkan Rp811 Miliar

"Di sekitar danau toba itu ada penggundulan. Kalau musim kemarau itu kita buat penghijauan. Jadi kalau kemarau debit airnya tidak turun drastis. Selain itu, teknologi juga diperbarui," jelasnya.

Sebagai informasi, PT Inalum (Persero) sendiri memiliki dua PLTA yakni Siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang mengalirkan air danau Toba ke Selat Malaka. Produksi listrik dari kedua PLTA sangat bergantung pada jumlah permukaan air danau Toba.

PLTA Tangga atau Bendungan Penadah Air Tangga (Tangga Intake Dam) yang terletak di Tangga dan berfungsi untuk membendung air yang telah dipakai PLTA Siguragura untuk dimanfaatkan kembali pada PLTA Tangga. Bendungan ini merupakan bendungan busur pertama di Indonesia. Stasiun Pembangkit Tangga memiliki 4 unit Generator. Total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 223 MW.

Baca juga: 2025, Inalum Tak Lagi Impor Alumina

Sementara itu, PLTA Siguragura atau Bendungan Penadah Air Siguragura (Siguragura Intake Dam) terletak di Simorea dan berfungsi sebagai sumber air yang stabil untuk stasiun pembangkit listrik Siguragura. Air yang ditampung di bendungan ini dimanfaatkan Stasiun pembangkit listrik Siguragura (Siguragura Power Station) yang berada 200 m di dalam perut bumi dengan 4 unit generator dan total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 203 MW dan merupakan PLTA bawah tanah pertama di Indonesia.

Inalum mencatat produksi aluminium tahun 2017 sekitar 260 ribu ton. Produksi itu sangat bergantung pada permukaan air di Danau Toba. Sesuai prosedur, perusahaan harus menjaga permukaan air Danau Toba di angka 902,4 meter hingga 904 meter di atas permukaan laut (dpl). Namun, sepanjang tahun ini, permukaan air danau Toba selalu berada di kisaran 903 dpl.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement