Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketergantungan Impor, Defisit Perdagangan Palestina Bisa Tembus 13% dari PDB

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |12:47 WIB
Ketergantungan Impor, Defisit Perdagangan Palestina Bisa Tembus 13% dari PDB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perekonomian Palestina tampaknya sulit untuk melaju kencang. Paling banter, dengan asumsi kondisi keamanan tenang dan bantuan internasional cair sesuai harapan, ekonomi negara ini bisa melaju 3% pada 2017.

Dengan asumsi tersebut, kawasan di Tepi Barat bisa tumbuh 2,7%. Sementara kawasan di Gaza bisa melaju 4%. Demikian menurut Economic Outlook Palestina yang dirilis World Bank pada Oktober 2017.

 Baca juga: Dibatasi Israel, World Bank Proyeksikan Ekonomi Palestina Sulit Tumbuh

Defisit fiskal diproyeksi mencapai 3,8% dari PDB yang ditaksir USD1,2 miliar pada 2017. Sementara, bantuan internasional bisa turun menjadi sekira USD666 juta.

Setelah menghitung pembayaran utang eksternal, selisih dana yang dibutuhkan Palestina mencapai USD580 juta atau 4% dari PDB. Jika bantuan internasional benar-benar tidak ada, maka defisit tersebut akan dibiayai partisipasi sektor swasta dan pinjaman dari bank lokal.

 Baca juga: Amerika Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Bagaimana Kondisi Ekonomi Palestina?

Kinerja perdagangan Palestina juga tampaknya sulit untuk berkembang. Ekspor diperkirakan akan tetap stagnan, berkisar 17-18% dalam jangka waktu menengah. Sementara porsi impornya mencapai 55%. Akibatnya, defisit transaksi perdangannya diproyeksi bisa mencapai 13% dari PDB pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai informasi, di kuartal pertama 2017, pertumbuhan ekonomi Palestina turun menjadi 0,7% pada kuartal pertama 2017. Pada 2015-2016, Palestina mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 3,4%.

 Baca juga: World Bank Ingatkan Israel soal Pembatasan Ekonomi Palestina

Kondisi perekonomian negara ini terus menurun akibat dampak dari rekonstruksi pasca-perang dan turunnya konsumsi rumah tangga.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement