nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Pilot Indonesia Menganggur Karena Tidak Ada Batasan Pekerja Asing

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 08:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 25 320 1850103 banyak-pilot-indonesia-menganggur-karena-tidak-ada-batasan-pekerja-asing-dBCjZAWDDL.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) menilai banyaknya lulusan pilot di Indonesia tidak mendapat kerja karena harus bersaing dengan pilot asing. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat ada sekira 1.000 pilot menganggur saat ini.

Presiden APG Bintang Hardiono mengatakan, banyak lulusan pilot asing yang menyerbu Indonesia untuk mencari pengalaman terbang, sementara di negara mereka sulit karena banyak aturan.

 Baca juga: Ini Alasan Banyak Pilot Asing di Penerbangan Indonesia Timur

"Mereka itu mau di bayar murah di Indonesia supaya dapat pengalaman terbang. Sehingga lulusan kita tidak tertampung," ujarnya kepada Okezone.

Menurutnya, pemerintah harus membuat suatu kebijakan terkait pilot asing yang mau bekerja di Indonesia. Misalnya, buat aturan minimum sudah berpengalaman dengan jam terbang di atas 5.000 jam.

 Baca juga: Banyak Pilot Nganggur, Menhub: Sekolah Penerbang Jangan Hanya Cari Duit

"Dengan batasan tersebut maka pilot-pilot kita baru selesai training bisa tersalurkan di negeri sendiri. Ini juga harus melibatkan Departemen Tenaga Kerja dan Perhubungan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, masing-masing sekolah pilot haru bertanggung jawab terhadap lulusannya. Ketika belum bekerja, maka harus menambah pendidikan dirgantara dan teknik menerbangkan pesawatnya.

"Kalian (sekolah pesawat) jangan hanya cari duit. Kasihan bayarnya mahal, kasihan orang tuanya. Jadi sewaktu waktu lihat dan harus bertanggung jawab," tuturnya.

 Baca juga: 600 Pilot Menganggur, Menhub Tutup 2 Sekolah Penerbangan karena Tidak Berkualitas

Oleh karena masalah ini, pemerintah memutuskan untuk menertibkan sekolah pilot yang ada. Dari 20 sudah dua sekolah ditutup dan berikutnya satu. Jadi 17 sekolah yang akan disarankan untuk merger.

"Dengan jumlah tidak banyak. Supaya, sekarang ada kalau masing-masing lulusan 50 ada 900 pilot, sementara penerbangan kita tumbuhnya hanya 5%, penumpang 7%. Artinya sangat kecil peluangnya," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini