Kedua adalah mengenai tatanan antara driver dengan aplikator. Dimana driver meminta difasilitasi untuk bertemu. "Nah saya bersedia sewaktu-waktu kita bertemu perwakilan mereka paling banyak 15 orang, aplikator, dan kami selaku regulator," imbuhnya.
Baca juga: Ini 4 Poin Permenhub 108 yang Dikritisi Peserta Demo Sopir Taksi Online
Ketiga mengenai pembuatan SIM A Umum, dimana ada keluhan karena banyak dan uang terbatas sehingga ingin membuat SIM dengan harga lebih ekonomis. "Oleh karenanya saya akan mengajak mereka kepolisian atau kepada siapa supaya SIM ini bisa dibuat secara kolektif," jelas Budi.
Hal lain yang menjadi pembicaraan adalah mengenai KIR. Di mana driver meminta hasil KIR-nya dibuat berbentuk kalung yang bisa digantung di mobil yang tidak akan membekas di kendaraan.
"Terakhir berkaitan dengan stiker. Nanti kita bicarakan bagaimana yang baik agar semua pihak bisa menerima. Jadi saya sudah menyampaikan terima kasih kepada mereka dan teman-teman yang sudah dilakukan," tukas Menhub.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.