Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Ungkap Alasan Minimnya Ekspor Produk UKM

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |14:35 WIB
Mendag Ungkap Alasan Minimnya Ekspor Produk UKM
Ilustrasi (Foto: ant)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan fokus untuk menggenjot produk Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk bisa menjual produknya ke pasaran. Bahkan dirinya berniat untuk menggenjot produk UKM bisa di jual ke pasar Internasional (Ekspor).

Salah satu caranya adalah dengan mendorong produk UKM untuk masuk ke perusahaan digital (e-commerce). Karena meskipun banyak produk UKM yang berkualitas, namun seluruhnya belum bisa terjangkau dan masuk kepada perusahaan online.

Sebagai salah satu contohnya adalah perusahaan digital yakni Blibli.com yang telah mencatatkan 2,5 juta proyek barang yang dijual pada usianya yang ke 6 tahun. Namun sayangnya, dari 2,5 juta produk yang dijual baru 50.000 sampai 100.000 saja yang merupakan produk lokal Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, banyak hal yang menyebabkan produk UKM masih belum banyak yang bisa ekspor. Salah satunya adalah adanya ketidak benaran dan kecurangan ketika pelaku UKM akan memasarkan produknya.

"Kesulitan mereka pada waktu mereka menjual keluar negeri banyak kecurangan atau ketidkbenaran atau fraud itu harus dicari solusinya kita berama harus mencari solusinya agar pada waktu memasarkan produk kita keluar negeri," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/1/2018).

Menurutnya Enggar, produk-produk UKM yang ada diluar negeri mulai digenjot untuk masuk ke E-Commerce. Sebagai salah satu contohnya adalah Alibaba yang memfasilitasi produk-produk dalam negeri dari Tiongkok.

"Ambilah contoh alibaba bisa menjual produk dari chinanya utk masuk keseluruh dunia maka itu yang harus kita lakukan. Negara akan membantu speenuhnya berbagai hal yang ada untuk membantu UKM yang ada ini bisa dieskpor keluar negeri," ucapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement