Wall Street Awali Bulan Maret di Zona Merah

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 01 278 1866762 wall-street-awali-bulan-maret-di-zona-merah-oG4mSq2y61.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street dibuka melemah, melanjutkan penurunan di Bulan Februari. Hal ini terbebani jelang pertemuan Bank sentral AS, Federal Reserved.

Penampilan Jerome Powell yang pertama di Kongres pada hari Selasa, yang tidak banyak mengurangi kekhawatiran pasar. Hal ini dikarenakan, dirinya tetap memberikan kenaikan suu bunga the Fed.

Wall Street mengakhiri bulan Februari yang penuh gejolak yang didominasi oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi pada hari Rabu, dengan indeks S & P 500.SPX turun untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.

"Setelah melewati periode volatilitas sangat rendah yang meluas di hampir semua kelas aset selama dua tahun terbaik, Februari akan diingat saat pertama ketika volatilitas akhirnya kembali ke pasar," kata ahli strategi Deutsche Bank Jim Reid.

Mengutip laman reuters, Dow Jones turun 77 poin, S & P 500 kehilangan 7,25 poin dan Nasdaq 100 turun 13,75 poin.

Sumber potensial lain yang menjadi perhatian adalah pembacaan terbaru mengenai pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi bank sentral, yang diperkirakan akan meningkat 0,3% secara inti pada bulan Januari setelah kenaikan 0,2% pada bulan Desember.

Kepala Fed New York William Dudley dijadwalkan untuk berbicara mengenai perdagangan dan globalisasi di sebuah acara Bank Sentral Brasil.

Di antara saham, Novavax (NVAX.O) melonjak hampir 30 persen setelah pengembang vaksin melaporkan hasil positif dari studi vaksin influenza tahap awal.

Best Buy (BBY.N) melonjak sekitar 5 persen setelah melaporkan untuk kuartal keempat, pulih dari penurunan dalam semalam karena pengumuman pengecer elektronik konsumen A.S. tentang 250 penutupan toko ponsel kecil.

Saham perusahaan baja AK Steel (AKS.N) dan US Steel Corp (X.N) menguat karena adanya tanda-tanda kemungkinan pengumuman perdagangan utama oleh Presiden Donald Trump.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini