nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar 10 Wilayah dengan Pekerja Asing Terbanyak, Ada Jakarta dan Banten

ant, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 20:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 26 320 1891841 daftar-10-wilayah-dengan-pekerja-asing-terbanyak-ada-jakarta-dan-banten-SMZva1ItUK.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Ombudsman RI merilis adanya 10 daerah yang menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja asing terbanyak di Indonesia.


Sepuluh daerah tersebut yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Papua Barat.

"Ini wilayah dengan konsentrasi tenaga kerja asing paling banyak," kata Anggota Ombudsman RI Laode Ida, RI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Baca Juga : Skema Investasi Surat Berharga Perpetual Jawaban Kurangnya Biaya Infrastruktur

Dia mengatakan bahwa arus tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia tercatat sangat tinggi. Bahkan tenaga kerja asing dari Tiongkok yang bekerja di Tanah Air mendominasi dibandingkan para TKA dari negara lain.

PERHATIAN! Kementerian Tenaga Kerja Tetapkan UMP 2018 Naik 8,71%

"Arus TKA Tiongkok begitu deras, tiap hari masuk ke negeri ini," kata Anggota Ombudsman RI Bidang Pengawasan Sumber Daya Alam, Tenaga Kerja dan Kepegawaian, Laode Ida di Gedung Ombudsman

Temuan ini merupakan hasil investigasi mengenai permasalahan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia.
Dalam investigasi itu, Ombudsman menemukan bahwa banyak di antara para TKA yang bukan tenaga ahli, melainkan hanya pekerja kasar tanpa keahlian. "Sebagian dari mereka itu 'unskill labour'," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan bahwa banyak TKA yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang tercantum pada visa kerja dan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Perusahaan untuk Disiplin Terapkan K3

Persoalan lainnya bahwa belum terintegrasinya data di kementerian dengan pemerintah daerah mengenai jumlah, persebaran dan alur keluar masuk TKA di Indonesia. "Instansi-instansi tidak sinkron datanya mengenai tenaga kerja asing ini," tuturnya.

Sementara dari sisi pengawasan, menurut dia, tim pengawasan orang asing (tim pora) terhadap TKA belum maksimal.

Baca Juga : OJK Pacu Peran Perbankan Syariah Danai Proyek Infrastruktur

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan belum maksimalnya pengawasan oleh tim pora yakni ketidaktegasan tim pora terhadap pelanggaran di lapangan, keterbatasan jumlah anggota tim pora dan lemahnya koordinasi antarinstansi, baik di pusat maupun daerah.

Selain itu, Ombudsman RI juga menemukan bahwa banyak di antara TKA yang masih aktif bekerja, padahal masa berlaku IMTA sudah habis dan tidak diperpanjang.

"Banyak juga TKA yang jadi buruh kasar, TKA telah jadi WNI tapi tidak punya izin kerja. Juga ada yang perusahaan pemberi kerja tidak dapat dipastikan keberadaannya," ungkapnya.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini