Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terkuak Fakta, Cadangan Emas di Tambang Grasberg Tak Akan Habis hingga 2100

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 23 Juli 2018 |17:26 WIB
Terkuak Fakta, Cadangan Emas di Tambang Grasberg Tak Akan Habis hingga 2100
Foto: Reuters
A
A
A

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Alumuniun (Inalum) memastikan tidak akan melibatkan bank lokal dalam proses ambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia. Nantinya pendanaan untuk membeli 51% saham Freeport akan berasal dari pinjaman bank asing.

Untuk meyakinkan agar bank asing mau meminjamkan uangnya, Inalum terus meyakinkan pasti induk holding BUMN tambang tersebut bisa membayarnya. Sebab, selain memiliki kantong cash yang cukup, potensi bisnis PT Freeport Indonesia juga sangatlah besar.

Head of Corporate Communication Inalum Rendy Ahmad Witular mengatakan, saat ini tambang Grasberg yang dieksplorasi Freeport Indonesia memiliki potensi bisnis yang sangat menjanjikan. Bahkan, diyakini salah satu hasil tambang yakni emas batangan yang dimiliki PTFI tidak akan habis dalam kurun waktu yang lama.

"Secara potensi bisnis tambang Grasberg sangat besar dan menurut teman-teman ahli tambang, potensi emasnya sampai tahun 2100 juga enggak akan habis," ujarnya saat ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (23/7/2018).

 Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia Akhirnya Disepakati Sebesar 51%

Saat ini saja karena juga Rendi, tambang Grasberg memiliki cadangan yang menurutnya sangat fantastis. Jika dihitung dalam jumlah uang saat ini total nilai cadangan yang ada di tambang Grasberg milik PTFI mencapai USD150 miliar.

Belum lagi, PTFI juga memiliki EBITDA sebesar USD4 miliar. Selain itu, diperkirakan rata-rata laba bersih PTFI setelah 20202 diperkirakan mencapai USD2 miliar.

"Bayangkan, kita mengeluarkan USD3,85 miliar untuk beli kekayaan Grasberg yang mencapai USD150 miliar," ucapnya.

Selain itu, hasil tambang dari PTFI juga bisa dilebur menjadi berbagi macam produk jadi. Seperti emas batangan, perak, hingga produk tembaga untuk dijual kembali.

 Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51%

Apalagi, Freeport disebut-sebut sebagai perusahaan yang mengelola tambang dengan deposit emas terbesar di dunia. Untuk cadangan terbukti (proven) dan terkira (portabel) emasencapai 33,9 juta toz (troy ounce).

Sedangkan cadangan perak diperkirakan mencapai angka 153,1 juta toz. Lalu untuk cadangan tembaga sebesar 38,8 miliar pound. Sedangkan jika dikonversi ke dalam bentuk nilai, untuk emas mencapai USD42 miliar, dan perak mencapai USD2,5 miliar. Lalu untuk tembaga akan lebih besar lagi yakni mencapai USD116 miliar.

Artinya, jika ditotalkan antar ketiganya mencapai USD160 miliar. Angka tersebut bahkan belum termasuk dengan nilai cadangan terkira. "Secara potensi bisnis tambang Grasberg sangat besar," ucapnya

 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement