Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Terjatuh ke Level 5.952 di Sesi I

Rafida Ulfa , Jurnalis-Senin, 01 Oktober 2018 |12:22 WIB
IHSG Terjatuh ke Level 5.952 di Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini masih terperangkap di zona merah. Pasar saham Indonesia mengalami penurunan sebesar 24,15 poin atau 0,40% ke level 5.952,40.

Menutup perdagangan sesi I, Senin (1/10/2018), ada 177 saham menguat, 176 saham melemah, dan 126 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp2,84 triliun miliar dari 5,4 miliar lembar saham diperdagangkan.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Indeks LQ45 turun 1,87 poin atau 0,2% menjadi 944,28, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,5 poin atau 0,2% ke 663,41, indeks IDX30 turun 0,88 poin atau 0,2% ke 517,46 dan indeks MNC36 turun 0,46 poin atau 0,1% ke 336,68.

Mayoritas sektor penggerak IHSG bergerak melemah dengan sektor perkebunan memimpin pelemahan hingga 1,4% sedangkan sektor pertambangan menguat 1,4%.

Baca Juga: IHSG Dibuka Sedikit Turun ke 5.950

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Citatah Tbk (CTTH) naik Rp11 atau 9,48% ke Rp127, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) naik Rp9 atau 5,88% ke Rp162 dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp200 atau 5,45% ke Rp3870.

IHSG Ditutup Naik 16 Poin ke 6.042 pada Selasa 28 Agustus 2018 

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) turun Rp29 atau 17,16% ke Rp140, saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) turun Rp75 atau 13,04% ke Rp500, dan saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) turun Rp30 atau 12,20% ke Rp216. 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement