Share

Microsoft Siap Investasi di Grab, Nilainya Masih Dirahasiakan

Rafida Ulfa, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 10 320 1962274 microsoft-siap-investasi-di-grab-nilainya-masih-dirahasiakan-7GfYFzRWd5.jpg Grab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Microsoft Corp siap melakukan investasi di Grab sebagai perusahaan kemitraan di Asia Tenggara. Kedua perusahaan akan berkolaborasi dalam proyek teknologi, termasuk data. Sayangnya kedua perusahaan masih merahasiakan nilai investasi yang akan disepakati.

Dilansir Okezone dalam Reuters, Rabu (10/10/2018), Grab mengatakan rencananya untuk mengumpulkan sekitar USD3 miliar atau Rp44 triliun (Rp14.900 per USD) pada akhir tahun, di mana perusahaan ojek online tersebut telah mengumpulkan USD2 miliar.

Baca Juga: Grab Investasi Rp3 Triliun untuk Grab Ventures

Belum lama ini, dikabarkan juga bahwa SoftBank Group Corp sedang mendekati kesepakatan untuk berinvestasi sekitar USD500 juta atau Rp749 Miliar (kurs Rp15.200 per USD) pada Grab sebagai bagian dari putaran pendanaan. Sumber mengatakan bahwa Grab kemungkinan akan memanfaatkan perusahaan strategis dan keuangan untuk sisa pendanaan.

Sebelum kesepakatan, perusahaan itu mengumpulkan dana investasi hingga USD2 miliar pada 2018, dipimpin oleh Toyota Motor Corp dan perusahaan keuangan, termasuk pendiri Microsoft Paul Allen Vulcan Capital.

grab

Grab, yang berkedudukan di Singapura, telah beroperasi di 235 kota di delapan negara di Asia Tenggara dalam enam tahun terakhir. Grab pun sedang mencari untuk mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen terkemuka, menawarkan layanan seperti pengiriman makanan dan parsel, transfer uang elektronik, pinjaman mikro dan pembayaran seluler, selain layanan transportasi.

Baca Juga: Ganjil-Genap Asian Games, Aplikasi Grab Pakai Alogaritma Khusus

Grab akan bekerja dengan Microsoft untuk mengeksplorasi pengenalan wajah secara mobile, pengenalan gambar dan teknologi visi komputer untuk meningkatkan pengalaman pick-up.

Misalnya, penumpang akan dapat mengambil foto lokasi mereka saat ini dan mengirimkannya ke alamat sebenarnya untuk pengemudi. Area lain dari perjanjian lima tahun termasuk di dalamnya adalah Grab mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud yang disukai dan menggunakannya untuk analisis data dan layanan deteksi penipuan.

microsoft

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini