nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Bidik Rp1 Triliun dari Surat Utang Syariah Online

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 14:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 20 1971969 sri-mulyani-bidik-rp1-triliun-dari-surat-utang-syariah-online-BxLywxBn0e.jpg Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN).

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN), nantinya mampu menerima pendapatan Rp1 triliun.

"Jadi, kami menargetkan dari penerbitan SBSN ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN) bisa mendapatkan Rp1 triliun," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

 Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap 3 Kelemahan yang Bikin Bank Syariah Belum Maju

Dia menjelaskan, pihaknya akan menawarkan utang syariah atau sukuk tersebut, selama 22 hari, yaitu 1-22 November 2018. Di mana sukuk negara diterbitkan itu bernomor seri ST-002.

"Kita terbitkan selama 22 hari ini dengan metode yang sama, semoga hasilnya lebih besar dari ritel biasa walau kami hanya targetkan Rp1 triliun," ungkapanya.

Baca Juga: Hadiri Satu Dasawarsa Sukuk Negara, Sri Mulyani Tekankan 2 Hal Penting Bank Syariah

Seblumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani hari ini menghadiri acara satu dasawarsa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk, dan launching sukuk tabungan seri ST-002 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada dua elemen penting yang ada di bank-bank syariah. Pertama dari sisi keadilan, di mana instrumen-instrumen berbasis syariah mampu menjawab. Artinya kesenjangan tidak boleh meningkat saat ekonomi berkembang.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini