Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Pabrik Cerutu di Jember yang Ekspor ke 7 Negara

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 23 November 2018 |19:15 WIB
Intip Pabrik Cerutu di Jember yang Ekspor ke 7 Negara
Foto: Industri Bobbin (Feby/Okezone)
A
A
A

JEMBER - Pemerintah tengah mengejar investasi dan ekspor untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. Kedua hal itu sudah dijalankan PT Perkebunan Nusantara X melalui unit usaha Industri Bobbin yang sudah ekspor cerutu ke 7 negara.

Okezone pun berkesempatan melihat langsung produksi pabrik cerutu di Industri Bobbin. Bersama rombongan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, di anak usaha milik PTPN X terdapat tiga unit kerja, produksi cutting tembakau, linting dan sigarilos tembakau.

 

GM Industri Bobbin Laurentius Tumanggor menerangkan, industri cerutu ini sudah beroperasi sejak 1992. Bobbin sendiri memiliki istilah mesin untuk memotong tembakau.

"Di sini ada tiga unit, cutting tembakau, linting sigarillos (cerutu kecil), grading tembakau Brasil. Untuk tembakau yang digunakan ada lokal dan impor," tuturnya di Jawa Timur, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga: Tarif Cukai Rokok Batal Naik Selamatkan 6 Juta Individu Indonesia

 

Dia mengatakan, untuk rata-rata produksi potongan tembakau mencapai 600 juta per tahun, sedangkan produksi sigarillos sebanyak 350 juta-400 juta batang per tahun.

"Untuk cerutu besar tidak diproduksi di sini, hanya sigarillos. Kalau pendapatan mencapai 16 juta euro per tahun," tuturnya.

 Baca Juga: Menperin: Cukai Rokok Batal Naik Bikin Rupiah Menguat

Dia mengungkapkan, meski terdapat tembakau impor, Industri Bobbin mendapat fasilitas pembebasan bea masuk, sehingga tidak membebankan keuangan perusahaan. Meski begitu, hasil tembakau impor tadi pun kembali di ekspor .

"Ekspor kita untuk yang potongan tembakau ke 7 negara. Ada Jerman, Swiss, Rusia, China. AS, Italia dan lainnya. Untuk sigarillos juga sudah ekspor," tuturnya.

 

Di sisi lain, ada yang menarik dari industri Bobbin karena mayoritas pekerjanya adalah wanita. Menurut Lauren, memang industri rokok ataupun cerutu banyak yang mempekerjakan wanita.

"Identik wanita itu tidak buta warna. Warna itu kan pengaruh pada rasa cerutu, itu alasan 90% pekerjanya wanita. Selain itu daya tahan wanita terhadap tingkat stress juga kuat," ujarnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement