nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kebakaran Rumah dengan Detektor Asap

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Selasa 27 November 2018 07:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 26 470 1983003 cegah-kebakaran-rumah-dengan-detektor-asap-pJteLY0hOv.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Demi menghindari kerugian dari berbagai risiko, Anda bisa melindungi properti secara maksimal dengan cara mengasuransikannya.

Namun, peralatan proteksi juga Anda butuhkan sebagai alat pencegahan pertama dari sebuah risiko. Apalagi, jika Anda seorang tuan rumah? Anda pasti tidak mau bisnis properti sewa-menyewa Anda mengalami kendala atau sampai rugi nantinya.

Saat ini akan membahas tentang alat proteksi kebakaran yang berbentuk alarm, atau sering disebut detektor asap. Alat ini berfungsi untuk memberikan peringatan dini dan melindungi para penghuni dari bahaya kebakaran. Demikian seperti dikutip Orento, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga: Tips Pasang Detektor Asap di Rumah

Biasanya, detektor asap digunakan pada bangunan, seperti kantor, rumah sakit, gedung bertingkat, pabrik dan lain-lain.

Namun, jika Anda pemilik bisnis properti seperti kost, apartemen, rumah atau guest house, ada baiknya untuk memasang detektor asap ini.

Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan pemerintah federal (Statistische Bundesamt Deutschland), jumlah kematian akibat kebakaran dari 1991 hingga 2003 turun 43%.

Baca Juga: Hasil Survei: Masyarakat Paruh Baya Lebih Peduli dengan Keadaan Rumah

Setelah adanya kewajiban memasang alat pendeteksi kebakaran di gedung, jumlah kematian akibat kebakaran turun hingga 65%.

Cara kerja detektor asap

Ada 2 tipe detektor asap yaitu detektor Photoelectric dan detektor Ionization. Kedua alat ini bekerja berdasarkan sistem sensor asap. Jika asap masuk ke dalam alat ini, dan sensor cahaya mendeteksi keberadaan asap, maka alarm dan lampu kontrol akan menyala.

Lalu bagaimana cara pemasangannya?

Pada umumnya, alat ini dipasang di langit-langit ruangan (dengan ketinggian 1 - 3 meter). Jangan dipasang di dekat jendela atau pintu keluar, sebab asap juga bisa datang dari luar rumah. Desain dari alat ini juga terlihat stylish, jadi cocok untuk Anda letakkan di kost, apartemen atau rumah.

Baca Juga: Ngeri, Harga Rumah di 6 Kota Ini Tak Terkendali

Bagaimana cara pemeliharaan detektor asap?

Anda bisa melakukan beberapa cara ini untuk lakukan pemeriksaan tapi Anda juga harus berhati-hati agar tidak ada kesalahan ketika melakukan pemeriksaan.

1. Uji sensor alarm, termasuk sensor, panas, percikan dan lainnya terhadap nyala api.

2. Mengatur sensitivitas alarm dengan mengikuti panduan dan instruksi dari masing-masing brand.

3. Uji suara alarm kebakaran dan lakukan simulasi (harus didampingi orang yang profesional)

Jika detektor asap sudah berusia lebih dari 15 tahun, maka harus segera diganti. Kenapa demikian? Karena pada usia 15 tahun lebih, fungsi sistem telah memburuk dan

berpotensi mengalami kegagalan. Pengecekan detektor asap juga harus dilakukan rutin selama 2 tahun sekali.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini