Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Akhirnya Umumkan Kenaikan Gaji dan Pemotongan Pajak

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 12 Desember 2018 |12:33 WIB
Prancis Akhirnya Umumkan Kenaikan Gaji dan Pemotongan Pajak
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)
A
A
A

"Emmanuel Macron berpikir dia dapat memberikan uang tunai untuk menenangkan pemberontakan rakyat yang muncul,” kata Jean Luc Melenchon, pemimpin sayap kiri jauh La France Insoumise. “Saya yakin Aksi Rompi Kuning akan digelar pada Sabtu,” ungkap Melenchon merujuk pada aksi baru yang akan kembali digelar akhir pekan ini. Beberapa anggota gerakan rompi kuning juga tidak yakin dengan tawaran yang diberikan Macron.

“Dalam hal substansi, itu setengah langkah. Kami dapat merasakan Macron memiliki banyak lagi yang bisa di berikan,” ujar Benjamin Cauchy yang bertemu Macron pekan lalu. Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe memberikan pidato di parlemen pada Selasa (11/12) untuk merinci bagaimana langkah-langkah Macron akan didanai dalam rancangan baru anggaran beberapa pekan sebelum diberlakukan.

“Di bawah situasi ini, defisit publik 2019 akan dicatat di atas acuan 3,0%,” tulis ekonom Societe Generale, Michel Martinez dalam catatan risetnya. Meski demikian, defisit diduga tidak akan sebesar 3,5% karena pemerintah akan berupaya menutupi tambahan pengeluaran pada anggaran itu.

Langkah Macron akan menciptakan lubang anggaran sebesar 8-10 miliar euro setelah penghapusan kenaikan pajak bahan bakar minyak (BBM) dalam gelombang pertama konsesi.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement