nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Gedung Sekretariat ASEAN yang Didesain Tahan Gempa

Jamilah, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 470 2001533 mengintip-gedung-sekretariat-asean-yang-didesain-tahan-gempa-XOJcX9qMMr.JPG Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

JAKARTA - Pembangunan Gedung Sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sudah mencapai 85%. Pembangunan gedung ini akan rampung pada Maret mendatang.

“Gedung ini nantinya akan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Gedung ini juga didesain ramah lingkungan dengan standar Sertifikat Green Building Tingkat Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI),” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan gedung tersebut bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang dikutip dari Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa(8/1/2019).

Gedung Sekretariat ASEAN itu dibangun di atas lahan seluas 11.369 m2 dengan luas bangunan 49,993 m2. Gedung ini memiliki 2 Tower dengan masing-masing setinggi 16 lantai, yang dilengkapi dengan 2 basement, dan 1 podium yang terdiri dari 5 lantai.

 Baca Juga: Sekretariat ASEAN akan Punya Gedung Baru, Ini Penampakannya

Konstruksi yang digunakan juga telah mengakomodir bangunan tahan gempa. Untuk menghubungkan dua tower, terdapat jembatan penghubung (skybridge) sepanjang 40,5 meter. Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia untuk kategori jembatan gedung tanpa penyangga, dan mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

Total anggaran pembangunan gedung ini sebesar Rp 448,77 miliar dengan menggunakan sumber dana APBN tahun anggaran 2017-2018. Groundbreaking Gedung Sekretariat ASEAN dilakukan pada awal Januari 2018.

 Baca Juga: Gedung Baru Sekretariat ASEAN Ditargetkan Rampung Maret 2019

Menlu Retno Marsudi menambahkan bahwa optimalisasi penyelesaian pekerjaan pembangunan Gedung Sekretariat ASEAN agar tepat waktu perlu diimbangi dengan kualitas kerja sehingga tepat mutu.

“Ketika kita fokus mengejar waktu penyelesaian, tetap kita harus perhatikan kualitas karena menyangkut keamanan,” kata Retno. Groundbreaking Gedung Sekretariat ASEAN dilakukan pada awal Januari 2018.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini