JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berhasil menembus level psikologis USD1.300 per ons pada penutupan perdagangan Senin 28 Januari 2019. Posisi ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, karena pasar ekuitas AS turun tajam.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Dijual Rp658.000/Gram
Melansir Xinhua, Selasa (29/1/2019), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik USD5,00 atau 0,39% menjadi menetap di USD1.303,10 per ons. Ini adalah pertama kalinya sejak 14 Juni 2018 emas ditutup di atas USD1.300.
Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average AS turun sekitar 1%. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga merosot. Ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena para investor mencari aset-aset "safe haven" seperti emas.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, sedikit menurun, yang menambahkan dukungan terhadap emas.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 6,6 sen AS atau 0,42%, menjadi ditutup pada USD15,765 per ons. Platinum untuk pengiriman April turun USD3,80 atau 0,46%, menjadi USD814,50 per ons.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.