nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

The Fed Tahan Suku Bunga di 2,25%-2,5%

Kamis 31 Januari 2019 07:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 20 2011724 the-fed-tahan-suku-bunga-di-2-25-2-5-Bg9H93G8l7.jpg The Fed (Foto: Reuters)

JAKARTAThe Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% hingga 2,50%. Keputusan bank sentral AS ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan menegaskan kembali posisinya untuk bersabar dengan kenaikan suku bunga yang akan datang.

Dalam mendukung tujuan untuk mendorong lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan federal fund pada 2,25% hingga 2,50%, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan, dilansir dari Antaranews, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 2,25%-2,5%

Komite terus melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati sasaran 2% sebagai hasil yang paling mungkin, kata The Fed.

"Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa mendatang pada kisaran target untuk suku bunga federal fund yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini," katanya.

The Fed pada Desember menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat%tase poin, tetapi mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2019 karena ekonomi AS diperkirakan akan mendingin.

fed

Dalam rilis terpisah dari pernyataan kebijakannya, bank sentral AS juga mengatakan sementara pihaknya melanjutkan pengurangan neraca bulanannya, bank sentral siap untuk mengubah langkah "mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan" di waktu mendatang.

The Fed mengatakan dalam dokumen yang sama bahwa mereka telah memutuskan untuk terus mengelola kebijakan dengan sistem cadangan "cukup", sebuah sinyal bahwa neraca keuangannya dapat berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

Secara bersama-sama, kedua dokumen itu dimaksudkan untuk menyampaikan fleksibilitas maksimum dari bank sentral yang dalam beberapa pekan terakhir dihantam oleh volatilitas pasar keuangan dan tanda-tanda perlambatan ekonomi global.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini