nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inalum Bentuk Lembaga Riset Kembangkan Hilirisasi Pertambangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 16:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 320 2012516 inalum-bentuk-lembaga-riset-kembangkan-hilirisasi-pertambangan-yaRvxWk1Vf.jpg Inalum Bentuk Riset Hilirisasi Hasil Tambang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Holding Industri Pertambangan, PT Inalum (Persero) resmi membentuk lembaga riset dan inovasi, Institut Industri Tambang dan Mineral atau Mining and Minerals Industry Institute (MMII).

Ini merupakan salah satu upaya mempercepat pengembangan hilirisasi sektor pertambangan sehingga pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat menciptakan nilai tambah.

Dirut Inalum Budi G Sadikin mengatakan, MMII diharapkan dapat membantu mendorong dan mempercepat hilirisasi melalui sinergi dengan universitas dan lembaga riset baik di dalam maupun di luar negeri sehingga sektor tambang dan industri dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

"MMII juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di dunia pertambangan sehingga dapat mengelola industri tambang dengan lebih baik dan ramah lingkungan," ujarnya di Hotel Darmawangsa Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga: Ternyata Aluminium Lebih Mahal dari Emas, Simak Faktanya

Dia menjelaskan, pada tahun ini, Inalum akan fokus pada pengerjaan empat proyek hilirisasi yang terdiri dari pembangunan pengolahan bauksit menjadi alumina bersama PT Aneka Tambang Tbk di Kalimantan Barat, pembangunan pengolahan batubara menjadi gas dan produk turunan lainnya yang akan dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk di Riau, pembangunan smelter tembaga yang akan dilakukan oleh PT Freeport Indonesia.

"Dan penjajakan pengolahan nikel menjadi bahan utama yang dapat digunakan oleh industri baterai," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat MMII Subroto mengatakan, dirinya senang saat diberitahu mengenai MMII dan merasa bangga saat diminta menjadi Advisory Board Chairman.

"Saya berharap pengalaman dan pengetahuan saya dapat bermanfaat bagi MMII untuk dapat mewujudkan masa depan pertambangan dan industri yang berkelanjutan, dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," jelasnya.

Baca Juga: Terbitkan Obligasi Rp58 Triliun Demi Bayar Freeport, Inalum Tak Pilih Pinjam Bank Asing

MMII adalah lembaga yang berfungsi untuk mendukung Inalum dan seluruh pemangku kepentingan di industri pertambangan dan mineral untuk mengembangkan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan menyusun rekomendasi kebijakan pengelolaan pertambangan dan industri nasional yang berkelanjutan. 

MMII memiliki visi untuk menjadi lembaga penelitian dan pengembangan yang berpengaruh dan terdepan di dunia di bidang pertambangan, industri berbasis mineral dan energi.

Untuk mencapai visi tersebut, MMII akan berperan dalam membantu pemerintah menyusun kebijakan pengelolaan pertambangan dan industri yang berkelanjutan, melakukan riset dan inovasi pertambangan dan industri dengan mengedepankan penggunaan energi bersih, efisien dan berbiaya murah, dan meningkatkan kapabilitas, pengetahuan dan keahlian SDM tambang dan industri.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini