nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Imlek, Rupiah Kembali Dekati Rp14.000/USD

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 17:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 04 278 2013666 jelang-imlek-rupiah-kembali-dekati-rp14-000-usd-2V0XGTbl2A.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah hingga penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp13.900-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (4/2/2019) pukul 16.48 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.961 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.950 per USD – Rp13.994 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 25 poin atau 0,18% ke Rp13.955 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.935 per USD – Rp13.992 per USD.

Baca Juga: Kekuatan Rupiah Mulai Pudar, Pagi Ini Melemah ke Rp13.970/USD

Sebelumnya, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengatakan, meskipun bisa tembus Rp13.900 per USD, dirinya tidak bisa memastikan apakah nilai tukar mata uang Indonesia ini bisa bertahan di level kisaran Rp13.000 per USD. Karena menurutnya, pasar dan pergerakan nilai tukar bergerak secara dinamis.

"Oh tidak bisa dijawab seperti itu (fundamentalnya di level berapa) karena itu very dinamic (sangat dinamis pergerakannya)," ujarnya.

Menurut Denni, yang bisa pemerintah lakukan sekarang adalah tetap menjaga agar ekonomi tetap baik seperti sekarang, sehingga minat investor asing maupun lokal untuk menaruh uangnya di Indonesia terus meningkat.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp13.947/USD

"Tetapi yang pasti kita tahu jika ekonomi Indonesia keeps doing very well. Global funds akan mengalir masuk, jadi pengelolaan ekonomi makro kita harus baik predictable, favorable," katanya.

Sebab menurut Denni, penguatan Rupiah belakangan ini disebabkan adanya kepercayaan invetsor asing terhadap ekonomi Indonesia. Hal tersebut terlihat dari modal asing yang masuk ke Indonesia cukup.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini