nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI: Rupiah Bisa Menguat di Bawah Rp14.000/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 16:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 28 278 2024048 gubernur-bi-rupiah-bisa-menguat-di-bawah-rp14-000-usd-jMAeBDunXQ.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bisa menguat ke level di bawah Rp14.000 per USD. Pasalnya, kurs Rupiah saat masih dinilai kemurahan atau undervalued.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (28/2/2019), hingga pukul 16.00 Rupiah pada perdagangan spot exchange berada level Rp14.068 per USD.

Baca Juga: Tertekan Dolar AS, Rupiah Melemah ke Rp14.055/USD

Perry menyatakan, nilai tukar Rupiah memang terdepresiasi cukup tinggi pada tahun 2018. Kendati demikian, kondisi kurs Rupiah semakin menguat di akhir tahun karena mulai adanya aliran modal asing masuk ke Indonesia (capital inflow) sebesar USD15 miliar.

"Kurs kemudian dari (level) Rp14.500 per USD sekarang berada Rp14.000 per USD, dan kemudian ini juga bisa di bawah Rp14.000 per USD," ujarnya dalam acara Economic Outlook: Prospek Ekonomi di Tahun Politik, Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

rupiah

Menurut Perry, penguatan Rupiah juga didukung berbagai kebijakan Bank Indonesia (BI) di pasar keuangan. Saat ini, pasar Indonesia tidak hanya hanya bergantung pada perdagangan spot dan swap, tetapi juga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

"Faktor lain kondisi fundamental baik dan pasar valas semakin berkembang, tidak hanya swap DNDF (Domestic Non Deliverable Forward). Nilai tukar rupiah stabil dan cenderung menguat," katanya.

Di sisi lain, Rupiah juga diyakini semakin menguat dengan didorong kebijakan pemerintah untuk menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini