JAKARTA – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa 12 Februari 2019. Harga emas naik karena dolar AS melemah.
Melansir Xinhua, Rabu (13/2/2019), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD2,1 atau 0,16% menjadi menetap di USD1.314,00 per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp2.000/Gram
Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,40, atau 0,42%, menjadi 96,67 sekitar tengah hari, setelah kenaikan delapan sesi.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar turun, emas berjangka akan naik karena emas, dihargai dalam dolar, menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq menguat lebih dari 1% setelah negosiator kongres AS dilaporkan mencapai kesepakatan tentatif pada hari Senin untuk mencegah kemungkinan penutupan pemerintah lagi.
Rally dari ekuitas AS membatasi kenaikan emas berjangka, kata pengamat pasar.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret ditutup tidak berubah pada USD15,69 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD3,00 atau 0,38% menjadi menetap pada USD789,60 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.