Share

Strategi Menjaga Motivasi Karyawan, Nomor 5 Jangan Diabaikan

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2019 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 320 2018779 strategi-menjaga-motivasi-karyawan-nomor-5-jangan-diabaikan-T2jytBYMFG.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kita semua dapat mengenali karyawan yang sangat termotivasi dan terlibat lebih dalam. Mereka lebih produktif dan berusaha lebih keras.

Mengapa? Jawaban sederhana adalah karena mereka mau. Mereka terinspirasi oleh pekerjaan mereka, mereka percaya pada perusahaan, merasa terhubung dengan apa yang ingin dicapai. Bayangkan bekerja di lingkungan saat semua orang merasa terinspirasi dan mencintai apa yang mereka lakukan setiap hari.

Kedengarannya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, tetapi ini bisa Anda temukan. Misalkan perusahaan seperti Google, Atlassian, dan Microsoft menunjukkan bahwa hal tersebut bisa dilakukan.

 Baca Juga: Tips Menjadi Atasan yang Disukai Karyawan

Tim-tim ini memiliki kesamaan denominator, yakni kepemimpinan mereka yang terus memotivasi dan menginspirasi karyawan. Sebagai seorang pemimpin, bagaimana Anda membantu menciptakan lingkungan yang membuat karyawan merasa terlibat dan termotivasi?

Berikut enam strategi untuk membantu mendorong keterlibatan dan menginspirasi karyawan, menurut Forbes .

 

1. Tetapkan tujuan untuk menciptakan makna

Penetapan tujuan memberi arti bagi karyawan dalam peran mereka sehari-hari. Karyawan yang ikut dalam penetapan tujuan, 3,6 kali lebih mungkin terlibat dibanding mereka yang tidak.

Untuk memotivasi karyawan, Anda harus tetapkan apa yang diharapkan dari mereka, bantu mereka memvisualisasikan seperti apa kesuksesan dalam peran mereka dan jelaskan bagaimana kontribusi mereka bisa membuat perbedaan bagi perusahaan.

 Baca Juga: Tips Rekrut Karyawan untuk Bisnis Rumah Makan

Menciptakan hubungan antara tujuan karyawan dan perusahaan, sangatlah penting. Selain itu, sebagai pimpinan, Anda juga perlu tahu bahwa setiap anggota tim memiliki sumber motivasi yang berbeda. Tugas Andalah untuk menghubungkan hal tersebut ke tujuan perusahaan.

Bahkan, survei telah menunjukkan bahwa 55% karyawan—tanpa memandang usia, jenis kelamin, wilayah atau masa kerja—akan lebih termotivasi jika mereka percaya mereka melakukan pekerjaan yang bermakna. Sepertiganya mengatakan mereka akan lebih bangga dengan pekerjaan mereka dan bersedia bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Rayakan kemenangan besar dan kecil

Bukan hanya kemenangan besar yang harus diakui dan dirayakan. Namun kemenangan kecil juga akan membuat karyawan termotivasi dalam peran mereka sehari-hari. Selain target tahunan atau triwulanan, pimpinan bisa menetapkan tujuan untuk mengecek apa yang dicapai karyawan Anda secara mingguan atau bulanan.

Ini tidak harus berbasis kinerja atau fokus pada key performance indicator (KPI). Tapi bisa dari sisi sosial atau budaya, atau fokus pada pengembangan pribadi—misalnya, menetapkan tujuan untuk berurusan dengan pemangku kepentingan yang menantang.

 Baca Juga: Tips Agar Jadi Karyawan Unggulan, Salah Satunya Terus Belajar

Merayakan kemenangan juga tentang memahami tantangan yang dihadapi karyawan Anda. Ketika kemenangan kecil tidak terpenuhi, Anda bisa melihat apa yang menghalangi kemajuan tim Anda, bagaimana hal itu dapat diatasi, dan apakah tujuan akhir perlu dievaluasi kembali.

 

3. Berikan umpan balik yang berarti

Pujian selalu baik, tetapi menjadi jauh lebih bermakna jika dikaitkan dengan contoh nyata. Pimpinan bisa memberikan umpan balik yang spesifik dan lebih tertarget sehingga tim mengetahui jika Anda memperhatikan.

Hal yang sama berlaku untuk memberikan umpan balik yang konstruktif pada bidang peningkatan. Tujuannya untuk membantu karyawan Anda tumbuh dan berkembang. Jadi memberikan umpan balik yang berkelanjutan dan tepat waktu sangat penting.

 

4. Berdayakan pemecahan masalah dan pembelajaran

Buat ruang untuk karyawan Anda menyelesaikan masalah mereka sendiri. Anda dapat memberikan dukungan dan bimbingan, tetapi penting untuk membiarkan karyawan memimpin dengan ide dan solusi mereka sendiri. Dengan begitu, mereka akan tahu keterampilan dan perspektif mereka dihargai.

Dari 560 karyawan yang disurvei dalam laporan Talent 2020 Deloitte, sebanyak 42% responden mencari peran baru karena mereka percaya pekerjaan mereka saat ini tidak memanfaatkan keterampilan dan kemampuan mereka.

Dengan menumbuhkan budaya pemecahan masalah dan pembelajaran berarti Anda sebagai pimpinan harus mendengarkan ide tim Anda, merangkul keterampilan unik mereka, mendorong pembelajaran mandiri, mengizinkan mereka mengambil kepemilikan atas pekerjaan mereka, dan menciptakan ruang yang aman yakni kegagalan diartikan sebagai peluang belajar.

 

5. Penuhi janji-janji

Buat karyawan tetap termotivasi dengan membangun suasana kepercayaan dan konsistensi yang berkelanjutan dari atas-bawah. Perhatikan janji yang Anda buat karena ini dapat berdampak langsung pada keterlibatan karyawan di perusahaan.

Jika kerja keras seorang karyawan terpenuhi tanpa imbalan yang dijanjikan, itu bukan hanya membuat motivasi mereka menurun tapi juga bisa menyebabkan perasaan dendam dan pengkhianatan, yang pasti mengarah pada peningkatan angka pengunduran diri atau resign dari perusahaan.

6. Bereksperimen dan belajar

Tidak ada formula ajaib, atau ukuran untuk menjaga karyawan tetap termotivasi. Mempertahankan motivasi karyawan adalah tugas berkelanjutan yang diisi dengan kesempatan untuk bereksperimen dan mempelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil untuk tim Anda. Ini hanya beberapa pendekatan yang perlu diingat saat Anda mencari cara yang lebih baik untuk membuat karyawan Anda bahagia, terlibat, dan berenergi. (Susi Susanti)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini