nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 09:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 21 20 2020885 bi-diproyeksi-tahan-suku-bunga-acuan-PGdDQJhp33.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksi menahan suku bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Februari. Hal ini didorong kondisi kurs Rupiah yang dinilai masih bergerak fluktuatif dan antisipasi kondisi perekonomian global.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menyatakan, ruang pelonggaran suku bunga acuan BI masih belum ada pada bulan ini. BI tetap akan menahan suku bunganya di level 6%.

"Masih tetap di 6% belum ada proyeksi BI akan lakukan pelonggaran karena masih melihat rupiah yang bergerak fluktuatif," ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Menanti Kebijakan Suku Bunga Acuan BI yang Diumumkan Hari Ini

Menurutnya, stabilisasi kurs Rupiah akan dilakukan Bank Sentral dengan mengandalkan cadangan devisa (cadev) bukan melalui instrumen suku bunga acuan. "Ini dalam rangka stabilisasi jangka pendek," imbuh dia.

Selain itu, BI juga turut mengantisipasi arah dari kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed. Serta perkembangan makro ekonomi global khususnya pada AS dan China.

grafik

Pada pertimbangan kondisi dalam negeri, adanya kekhawatiran pelebaran transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sebab kinerja ekspor melemah. Hal ini membuat Rupiah memiliki potensi kembali melemah ke14.500 per USD pada bulan Maret.

"Efek pemilu juga membuat investor lakukan evaluasi portfolio jangka pendek," pungkasnya.

Adapun pada perdagangan kemarin, melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (20/2/2019), Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 59 poin atau 0,42% ke level Rp14.044 per USD.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini