nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih Distribusi Voucher Nusantara Meroket 353,6%

Senin 01 April 2019 12:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 01 278 2037708 laba-bersih-distribusi-voucher-nusantara-meroket-353-6-CWXdcjMOAW.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencetak kenaikan laba sebesar 353,6% menjadi Rp9,8 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,2 miliar.

Dilansir dari Harian Neraca, Senin (1/4/2019), emiten sektor konversi dan akselerasi digital ini mengungkapkan, pencapaian laba bersih melesat dari perkiraan sebesar Rp8 miliar. Dimana kinerja kuat tersebut terutama didorong oleh peningkatan marjin kotor yang signifikan dari 1,7% pada 2017 menjadi 4,2% pada tahun 2018. Sementara laba operasional tercatat naik dua kali lipat menjadi Rp23,2 miliar pada 2018 dari Rp11,9 miliar pada 2017. Pencapaian tersebut pun lebih baik dari perkiraan Rp18 miliar.

Baca Juga: Melantai di BEI, Distribusi Voucher Bakal Ekspansi ke Luar Negeri

Pada tahun ini, DIVA berencana akan memperkuat jaringan infrastruktur dengan memperluas kehadiran di level grassroots melalui mitra UKM. Adapun, jumlah mitra DIVA per 2018 telah mencapai18.223, atau naik dari posisi tahun lalu sebanyak13.843. Kerja sama strategis perseroan dengan PT Telekomunikasi Seluler Indonesia (Telkomsel), operator telekomunikasi terbesar di Indonesia akan mempermudah perseroan untuk mengembangkan infrastruktur yang berkaliber lebih tinggi pada 2019.

ihsg

DIVA menyampaikan, penyebaran resmi T-Kiosk telah dilakukan pada kuartal pertama tahun ini. Perseroan pun berharap untuk melihat hasilnya pada kuartal-kuartal selanjutnya.Saat ini, layanan DIVA intelligent instant messaging (IIM) milik perseroan diklaim telah menunjukan prospek yang positif.

Adapun selain SIVA (stock market) dan tour MiFi IIM (tour & travel), DIVA saat ini juga tengah mengembangkan sebuah platform kesehatan IIM untuk salah satu perusahaan healthcare swasta terkemuka di Indonesia, yang menunjukkan bahwa platform infrastruktur yang dibangun bersifat adaptif dan scalable.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini