Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bersih KMI Wire and Cable Terkoreksi 30,64%

Laba Bersih KMI Wire and Cable Terkoreksi 30,64%
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Emiten Produse kabel, PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2018 sebesar 33,05% menjadi Rp4,24 triliun, tetapi laba bersih tercatat turun 30,64% menjadi Rp250,76 miliar dibandingkan tahun 2017 laba tercatat sebesar Rp361,52 miliar.

Baca Juga: KBLI Dapat Pinjaman Rp1,14 Triliun dari Bank Mandiri

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019), penjualan kabel listrik tegangan rendah menjadi kontributor terbesar yakni 58,28% terhadap pendapatan. Kontributor lainnya berasal dari kabel listrik tegangan tinggi sebesar 20,42% dan tegangan menengah sebesar 14,82%. Adapun, lain-lain sebesar 6,47%.Beban yang meningkat terjadi pada beban pokok pendapatan naik 38,23% menjadi Rp3,69 triliun. Beban keuangan meningkat 39,16% menjadi Rp31,65 miliar.

Sementara total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp3,24 triliun, naik 7,67% dibandingkan dengan total aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp3,01 triliun. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,21 triliun dan Rp2,03 miliar. Sebagai informasi, tahun ini perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 17% atau lebih rendah dari target 2018 kemarin tang ditargetkan sebesar 20%.

ihsg

Perseroan berharap kontribusi penjualan ke PLN tumbuh sebesar 60% seiring dengan target pemerintah untuk percepat program 35 ribu MW yang direncanakan selesai awal 2020. Saat ini, perseroan memiliki total kapasitas produksi kabel listrik sebesar 75.000 MT, yang terdiri dari kabel listrik tembaga sebesar 30.000 MT dan kabel listrik aluminium sebesar 45.000 MT.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement