JAKARTA - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik kembali pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh, karena indeks dolar AS melemah.
Dikutip dari Antaranews Sabtu (13/4/2019), Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, menguat USD1,90 atau 0,15%, menjadi ditutup pada USD1.295,20 per ounce.
Emas berjangka pada perdagangan Kamis (11/4/2019) mengalami penurunan satu sesi terbesar sepanjang bulan ini, anjlok USD20,60 atau 1,57%, kembali berada di bawah USD1.300 per ounce, tingkat psikologis dan teknis yang signifikan.
Indek dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mundur 0,22% menjadi 96,95 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas pada Jumat (12/4/2019).
Ketika dolar AS mundur maka emas berjangka yang dihargai dalam dolar AS biasanya akan naik, karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Namun, reli di Wall Street membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Pada tengah hari waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 199,52 poin atau 0,76%, menjadi 26.342,57 poin. Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan Dow.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,6 sen AS atau 0,65% menjadi USD14,963 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD3,2 atau 0,36%, menjadi ditutup pada USD898,50 per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.