nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garap Energi Terbarukan, Terregra Asia Siapkan Belanja Modal Rp500 Miliar

Senin 20 Mei 2019 11:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 278 2057854 garap-energi-terbarukan-terregra-asia-siapkan-belanja-modal-rp500-miliar-MsUd7Q7m9k.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Danai pengembangan bisnis energi baru terbarukan, baik di dalam negeri dan di luar negeri, PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar sebesar Rp500 miliar.

“Dari belanja modal tersebut, sebanyak Rp 375 miliar akan digunakan untuk proyek pembangkit tenaga air dan sekitar Rp 81 miliar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya,” kata Direktur Terregra Asia Energy Kho Sawilek seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dirinya menyampaikan, dari belanja modal tersebut hingga saat ini sudah terserap Rp70 miliar. Disampaikan, Wakil Direktur Utama Terregra Asia Energy, Lasman Citra, sumber dana belanja modal akan diperoleh dari ekuitas dan pinjaman. “Sumber dana tetap kombinasi, bisa kontraktor financing, internal, ataupun loan dari luar. Pertimbangan rights issue juga sedang kita jajaki,” ujarnya.

 Baca Juga: IPO, Golden Flower Lepas 150 Juta Saham Baru

Hasil rapat umum pemegang sama tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (17/5), juga menyetujui semua laba ditahan untuk modal kerja. Sebagai informasi, kini mereka tengah menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun Pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Total proyek PLTMH TGRA sendiri sebanyak 9 proyek yang berlokasi di Aceh danSumatra Utara yang berada di bawah kendali anak usahanya yaitu PT Terregra Hydro Power (THP).

TGRA mengharapkan sembilan proyek PLTH ini dapat beroperasi secara komersial bertahap sampai 2023 dengan kapasitas 500 MW. Untuk PLTA Teunom 2 dan 3 di Aceh Jaya TGRA menggandeng Hyundai Engineering, untuk membangun pembangkit tersebut mereka harus mengeluarkan dana senilai US$ 800 juta.

“Untuk Teunom sudah dalam tahap feasibility study yang ditargetkan selesai akhir tahun ini, kami harapkan tahun depan sudah power purchase agreement (PPA), kemudian lima tahun ke depan sudah selesai,” ungkapnya.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp66 miliar dengan laba bersih sebesar Rp25 miliar, sepanjang 2018, TGRA mengantongi Rp45,59 miliar dengan laba bersih Rp2,37 miliar. Pendapatan sebesar 25% untuk tahun ini akan disumbang dari mulai operasinya PLTS dengan kapasitas 5 MW di Australia.

Tercatat di kuartal pertama 2019, perseroan membukukan pendapatan Rp5,91 miliar turun 11,79% ketimbang perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,70 miliar. Beban pokok penjualan pada kuartal 1 2019 sebanyak Rp3,52 miliar 24,14% lebih kecil daripada tahun sebelumnya Rp4,64 miliar. Sementara laba kotor TGRA sebesar Rp2,38 miliar naik 16,66% dari tahun 2017 Rp2,04 miliar.

 Baca Juga: Ekspansi EBT, Terregra Asia Bangun 4 Pembangkit Hidro Seharga USD70 Juta

Namun, beban penjualan mereka meningkat, alhasil TGRA mencatat rugi bersih pada kuartal pertama Rp203,70 juta, padahal pada periode yang sama tahun 2017 mereka masih laba sebanyak Rp408,73 juta. Belum tergarapnya pasar energi baru terbarukan menjadi keyakinan perseroan mampu mencetak kinerja keuangan yang lebih baik tahun ini.

Direktur Utama TGRA Djani Sutedja mengatakan, prospek ekonomi dan energi di Indonesia, baik jangka pendek dan panjang masih sangat bagus. Oleh karena itu, perseroan masih fokus dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan surya. Disampaikannya, perseroan tengah menggarap beberapa proyek pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air.

(dni)

Berita Terkait

PT Terregra Asia Energy / TGRA

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini