Produksi Batu Bara Samindo Resources Capai 4,8 Juta Ton

Kamis 27 Juni 2019 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 320 2071575 produksi-batu-bara-samindo-resources-capai-4-8-juta-ton-hQs21V4T2p.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah merealisasikan produksi batu bara atau coal getting sebanyak 4,8 juta ton sampai dengan Mei 2019. Angka ini sekitar 40% dari target tahun ini.

“Sampai dengan Mei 2019 produksi naik 30% dari tahun lalu per Mei 2018 3,7 juta ton,” kata Investor Relations Manager SamindoResources, Ahmad Zaki Natsir dikutip dari Harian Neraca, Kamis (27/6/2019).

Tahun ini, perseroan membidik produksi batu bara 10,7 juta ton. Sebaliknya, total volume pengupasan lapisan penutup batu bara atauoverburden removal(OB) tercatat turun 5% secara tahunan pada Januari 2019—Mei 2019. Pasalnya, realisasi per akhir Mei 2019 sebanyak 20,2 juta bank cubic meter (bcm) atau turun dari 21,4 juta bcm periode yang sama tahun lalu.

Sebagai catatan, perseroan mengincar volume OB sebanyak 58,1 juta bcm pada 2019. Adapun, produksi batu bara ditargetkan sebesar 10,7 juta ton tahun ini.

Disampaikannya, sejumlah faktor menentukan kinerja perseroan seperti cuaca yang akomodatif dan harga batu bara yang memengaruhi kinerja perusahaan produsen batu bara. Pada tahun ini, MYOH mengincar pendapatan USD280 juta.

Target itu naik 16,13% dari realisasi USD241,11 juta pada 2018. Dari sisi operasional, Ahmad mengatakan kondisi penambangan masih terbilang berat sampai dengan semester I/2019. Hal itu disebabkan curah hujan di Kalimantan Timur yang masih tinggi.

Sebagai gambaran, lanjut dia,maintenance hourberlangsung selama delapan jam per hari. Artinya, selama delapan jam perseroan tidak bisa beroperasi.

Setelah hujan, masih harus dilakukan pembersihan lumpur untuk mengangkut batu bara. Oleh karena itu, beberapa peralatan dialokasikan untuk pemindahan lumpur.

Kendati demikian, MYOH telah melakukan antisipasi sejak awal tahun. Strategi itu yang ditempuh dengan menambah kapasitas. Sampai dengan akhir Mei 2019, perseroan telah merealisasikan pembelian 10 unitdump truck.

Belanja modal yang dialokasikan untuk ekspansi tersebut senilai US$10 juta. Perseroan secara berkala terus berusaha meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas segenap perusahaan.

Dari sisi biaya non operasional, MYOH juga melakukan beberapa efisiensi. Beban umum dan administrasi tercatat turun 8.9% ketimbang tahun 2017. Di tahun lalu, dari sisi profitabilitas, seluruh komponen mencatat kenaikan yang positif. Pendorong utama kenaikan profitabilitas MYOH didukung adanya efisiensi yang telah digalakkan sejak awal 2018.

Manajemen mendorong seluruh aktivitas, terutama operasional dapat dilakukan secara efektif. Hal dimaksudnya agar biaya-biaya yang muncul akibat dari inefisiensi dapat ditekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini