Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Susi: Perang Dagang Harusnya Benefit bagi Indonesia

Menteri Susi: Perang Dagang Harusnya <i>Benefit</i> bagi Indonesia
Susi Pudjiastuti (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan perang dagang antara China dan Amerika Serikat seharusnya menguntungkan Indonesia karena pajak tinggi yang dikenakan negara Paman Sam terhadap produk negeri tirai bambu yang masuk.

"Perang tarif ini terkait kebijakan tarif yang dikenakan kepada produk-produk negara lain seharusnya 'benefiting' Indonesia. Tapi yang terjadi tidak begitu," ujarnya melansir laman antaranews, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Dampaknya Makin Meluas

Susi Pudjiastuti

Susi kemudian menceritakan pengalamannya saat hendak berkunjung ke Amerika Serikat di mana ia bertemu dengan pengusaha asal Bandung dan Surabaya. Para pengusaha itu mengatakan hendak ke Amerika untuk membuka pasar baru ke negeri Paman Sam.

Namun, para pengusaha itu ternyata ingin melakukan ekspor ke Amerika Serikat dengan menjual barang dari China.

 Baca juga: Bank Sentral China: Perang Dagang Ancam Ekonomi Dunia

"Katanya, zaman sekarang barang dari China ke Amerika dikenakan ratusan persen. Jadi kita (pengusaha tersebut) mau beli dari China, jual ke Amerika. Beli, bukan produksi di sini. Mestinya ini tidak boleh dilakukan. Seharusnya impor produk jadi dihentikan supaya kita bisa produksi di dalam negeri," katanya.

Susi menilai perilaku masyarakat Indonesia yang tidak berubah, yaitu mencari untung tanpa berusaha banyak, adalah salah satu faktor yang membuat negeri ini tidak bisa mengambil peluang menguntungkan dalam perang dagang.

"Kemalasan, keseganan bangsa inilah yang harus direformasi," imbuhnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement