10. Ann S. Moore Angkatan 1978
Setelah mendapatkan gelar MBA, Moore menjadi CEO wanita pertama Time, Inc pada tahun 2002. Dia sekarang menjalankan Galeri Kurator, sebuah galeri seni rupa di New York City.
11. Meg Whitman Angkatan 1979
Whitman menjabat sebagai CEO Hewlett-Packard dari 2011 hingga 2015. memimpin HP, Whitman melakuka transformasi besar dengan memecah perusahaan menjadi perusahaan dan perangkat keras.

Dia sekarang adalah CEO Quibi, platform video dengan nilainya sekitar USD3,8 miliar.
12. Chase Carey Angkatan 1981
Setelah menyelesaikan gelar MBA, Carey memulai karier di bidang media dengan sukses. Dia meluncurkan Fox News dan FOXSports dan menjabat sebagai CEO Direc TV. Dia sekarang menjadi Ketua Eksekutif dan CEO Grup Formula Satu.
13. Jamie Dimon Angkatan 1982
Dimon adalah Ketua, Presiden dan CEO JPMorgan Chase. Dia memimpin perusahaan terbesar dari empat bank besar di Amerika. Pada 2015, dia menjadi salah satu eksekutif perbankan pertama yang menjadi miliarder.

14. Nadiem Makarim
Sebagai lulusan program Master of Business Administration (MBA) di Harvard Business School (AS), Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek Nadiem Makarim ternyata tidak ingin memanfaatkan gelarnya. Padahal, dengan memiliki gelar dari universitas ternama dari Amerika Serikat, bos Go-Jek ini bisa menempati posisi penting di sejumlah perusahaan besar di Tanah Air.
"Mendingan punya perusahaan (Go-Jek). Kata keluarga saya, ngapain kerja di perusahaan,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, pada awal Agustus 2015.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.