Produk yang dikembangkan bervariasi mulai dari perhiasan, travel goods, fashion, hingga furniture serta home décor dari kayu, bambu, rotan. Delapan belas pengrajin tersebut yaitu Kayou (Banten), Indorisakti (Yogjakarta), Studio Dapur (Bandung), Kana Goods (Banten), Djalin (Bandung), Duanyam (Jakarta), Rengganis (Bandung), Sackai Bags (Jakarta), Satori Rattan (Cirebon), Bantal Cantik Alisya (Sumatera Selatan), Bahalap (Kalimantan Timur), Semomondeezy (Jakarta), Krema/Khalkote Permai (Papua), Nahdi Jewelry (Jakarta), Batik Chic (Jakarta), Nancy Craft (Jakarta), Kanipara (Bali), dan Galeri Batik Jawa (Yogjakarta).
“Pasar home décor AS merupakan pasar yang sangat besar dan menjanjikan bagi pengrajin/UKM Indonesia, keikutsertaan Indonesia di NYNOW melalui proses pelatihan, kurasi dan persiapan yang cukup panjang selama 6 bulan sejak Februari 2019 dengan melibatkan konsultan AS dan berbagai instansi pembina UKM/Pengrajin di Indonesia didesain untuk memperkuat market readiness para UKM Indonesia sehingga mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain di pasar AS” demikian disampaikan acting Konsul Jenderal RI New York, Yohannes Jatmiko terkait upaya yang dilakukan pemerintah RI untuk memajukan akses pasar UKM Indonesia ke AS.
Pengembangan model kerjasama yang terintegrasi tersebut telah terbukti pada tahun-tahun sebelumnya membuahkan hasil sesuai harapan dimana hampir seluruh pengrajin Indonesia mendapatkan buyers dengan return on investment yang tinggi dan bahkan beberapa produk pengrajin Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai best product maupun terpilih sebagai finalis untuk berbagai kategori. Target yang terus menerus diperkuat melalui pameran yang dihadiri lebih dari 25.000 buyers ini adalah branding dan peningkatan pembelian produk Indonesia oleh international buyers di pasar kerajinan terbesar di dunia ini.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.