Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IKN, Kaltim Disulap Jadi Kota Baru Mandiri Pangan

Amir Sarifudin , Jurnalis-Sabtu, 31 Agustus 2019 |14:24 WIB
IKN, Kaltim Disulap Jadi Kota Baru Mandiri Pangan
Foto: Okezone
A
A
A

BALIKPAPAN - Pemerintah mengambil langkah cepat guna mendukung persiapan pemindahan ibu kota pemerintah di PPU dan Kukar, salah satu dalam pemenuhanan kebutuhan pangan untuk IKN baru.

Menteri Pertanian Amran Sulaian telah menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan di Ibu kota Negara yang baru. Karena Pemerintah telah memiliki slogan yakni “Kota Baru Mandiri Pangan”

“Mimpi besar kita adalah, kita menyiapkan pangan untuk penduduk di Ibu Kota Negara yang baru ini, kita siapkan lebih awal. Karena rencananya nanti, katakanlah Insya Allah pindah 2024, saya kira umur holtikultura 2-3 tahun sudah berbuah. Jadi kita siapkan lebih awal,” katanya usai menjadi pembicara utama Strategi pengembangan kawasan dan pangan ibu kota negara di Kalimantan Timur, yang dihadiri Panglima Kodam Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan gubernur Kaltim Isran Noor, Jumat malam (30/8/2019

Menurut Amran, nantinya bakal ada pembagian masing-masing cluster di 10 kota dan kabupaten di Kaltim untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara baru. Bukan saja ketersedian beras, tapi juga, daging sapi maupun daging ayam termasuk bawang dan cabai.

“Kami ingin seluruh kabupaten kota di Kaltim, ada 10 daerah, ini kita akan buat seperti cluster. Katakanlah kabupaten A mensuplay ayam, kabupaten B mensuplay sapi, kabupaten C mensuplay bawang merah, bawang putih dan seterusnya,” kata Amran

“Sehingga seluruh kebutuhan kebutuhan di ibu kota negara ini dipenuhi oleh masyarakat setempat, jadi kita berdasarkan agro crimer dan cultur masyarakat setempat,” imbuhnya.

Mentan menjelaskan dari komunikasi dengan gubernur Kaltim disebutkan Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyiapkan lahan seluas 150 ribu hektar. khususnya untuk tanaman padi. Dia yakin lahan di Kaltim sangat cocok. Pihaknya tinggal mengirim alat berat untuk mulai mengerjakan.

“Beras 60 ribu ton, itu setara 10 ribu hektar . Pak Gubernur tadi kita sudah diskusi ada lahan sampai 50 ribu hektar jadi itu sudah selesai. Kita akan kirim alat berat kesini aksavator 10 unit. Lahan itu sangat bagus sangat cocok, lokasi Kaltim,” jelasnya.

Manfaatkan Teknologi Pertanian

Menurutnya, pertanian di Kaltim akan menggunakan tekhnologi sehingga panen akan lebih cepat, misalnya hanya sekitar 5 jam. Tidak seperti sebelum menggunakan tekhnologi yang bisa sampai tiga bulan dan menekan biaya hingga 50 persen.

“Dulu tanam 20 hari, olah 20 hari , panen 20 hari itu dua bulan sampai tiga bulan waktu hanya bekerja di sawah. Ini ini untuk satu hektar itu hanya membutuhkan waktu 5 jam atau satu hari,” ujarnya.

Disamping itu penggunaan teknologi pertanian akan menekan biaya cukup besar disamping memberikan kemudahan.

“Kenapa ini bisa menekan biaya, dengan menggunakan semua tekhnologi, menggunakan digitalisasi. Kita bisa menekan biaya dengan pertanian modern, menekan biaya sampai 50%,”ucapnya.

Ditanya media mengenai kondisi lahan Kaltim yang memiliki tingkat keasaman tinggi, Amran menilai hal itu bukan persoalan pihaknya sudah melakukan ujicoba menanam di lahan yang tingkat keasamannya tinggi seperti di Kalimantan Selatan.

“Kami punya pengalaman, dulu rawa yang kondisi keasaman tinggi, PH nya hanya 23, nah kita melakukan ujicoba 3 tahun yang lalu 1000 hektar di Kalimantan Selatan. Kemudian 4000 hektar di Sumatera Selatan, sekarang ini 500 ribu hektar,” ungkapnya.

Caranya adalah dengan membuat bibit yang bisa menyesuaikan lahan rawa, bukan rawanya yang menyesuaikan bibit. “Sehingga kita temukan bibit baru (padi) ini yang cocok produksinya minimal 6 ton, bahkan ada 7-8 ton per hektar,”ujarnya.

Program Kaltim Mandiri Pangan Mulai Jalan Tahun ini

Menteri Pertanian Amarn juga memastikan program pangan mandiri ini akan mulai berjalan tahun ini. Tim akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada petani maupun masyarakat Kaltim termasuk memetakan potensi yang ada. Targetnya hingga 4 bulan kedepan petani maupun masyarakat sudah bisa memahami.

“Kita sekarang melakukan pelatihan, kita melatih masyarakat setempat, karena kan gak sulit, cuma menjalankan traktor gak sulit, palingan latihan satu minggu sudah bisa. Kalau bisa ini bulan kita mulai sampai 4 bulan kedepan,” ungkapnya.

Nantinya Kaltim juga akan membangun pusat pembibitan sendiri dan tidak mengandalkan pembibitan dari luar daerah sperti Semarang, Malang, atau Sulawesi Selatan dan Surabaya.

Bentuk Korporasi Koperasi Distribusi Hasil Produksi

Dalam kegiatan ini, pihaknya akan melibatkan seluruh kelompok tani dan koperasi. Nantinya pemerintah akan membentuk perusahaan besar atau korporasi melalui koperasi –koperasi petani yang ada.

Korporasi ini untuk menyalurkan dan menampung hasil pertanian dari kota mandiri pangan. Harapannya lebih efiesien dan melindungi para petani.

“Distribusinya nanti, ini gagasan besar bapak Presiden Koperasi di koorporasikan sehingga semua masyarakat terlibat. Nanti ada koperasi di korporasikan jadi ini betul-betul efektif efesien.Koperasi kecil-kecil, Jadi ini gabungan kelompok tani menjadi gapoktan, gabungan korporasi ini menjadi besar. Jadi gabungan koperasi ini menjadi korporasi, sehingga sangat kuat untuk melindungi petani,”jelasnya. 

Amran menambahkan, jika kebutuhan Ibu Kota Negara maupun Kaltim sudah terpenuhi, maka pangan dari Sulawesi maupun Pulau Jawa yang selama ini memasok ke Kaltim bisa dialihkan atau di ekspor ke luar negeri.

“Kita nanti modelnya, katakanlah Sulawesi Selatan itu bisa langsung bisa mengekspor ke negara lain , Jawa Timur bisa mengekspor negara lain,”tukasnya dalam diskusi yang digelar pemprov Kaltim dan KAHMI.

Sementara itu Gubenur Kaltim Isran Noor menyatakan pihaknya siap mendukung itu karena itu pihaknya akan melakukan evaluasi tata ruang. “Jadi semua kawasan-kawasan itu yang bisa dievaluasi mana yang untuk kebutuhan komoditi tertentu misalnya untuk tanaman sirelia, untuk ternak, untuk tanaman bawang. Di kabupaten Tapin (Kalsel) itu sudah ekspor bawang itu. Kita kan sama saja iklimnya (Tapin) kita bisa pakai disini,” tambahnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement