Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Berjangka Anjlok The Fed Sebut Ekonomi AS Masih Kuat

Harga Emas Berjangka Anjlok The Fed Sebut Ekonomi AS Masih Kuat
Harga Emas (Reuters)
A
A
A

CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menawarkan pandangan positif tentang ekonomi Amerika Serikat, memperlemah permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti logam mulia.

Mengutip antaranews, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD10 atau 0,66 persen, menjadi ditutup pada USD1.515,5 per ounce.

 Baca juga: Harga Emas Anjlok Tertekan Drama Perang Dagang

Dalam pidatonya pada Jumat (6/9/2019), Powell mengatakan laporan pekerjaan merupakan pertanda kekuatan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Dia juga mengatakan prospek ekonomi tetap menguntungkan dan Federal Reserve "tidak memperkirakan atau mengharapkan resesi."

Harga Emas

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,01 persen menjadi 98,43 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

 Baca juga: Semakin Berkilau, Harga Emas Berjangka Semakin Menanjak

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, harga emas berjangka jatuh lebih dari dua persen, sebagian besar karena optimisme atas pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China serta data ekonomi yang lebih cerah.

Baca juga: Investor Cari Aman, Harga Emas Berjangka Sentuh Rekor Tertinggi

Kepala perunding perdagangan China dan AS sepakat pada Kamis (5/9/2019), untuk bersama-sama mengambil tindakan nyata menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk konsultasi lebih lanjut pada Oktober.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 68,8 sen atau 3,66 persen menjadi ditutup pada USD18,119 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD5,2 atau 0,54 persen, menjadi menetap di USD958,5 per ounce.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement