nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat dengan Indeks S&P Capai Penutupan Tertinggi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 07:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 278 2104256 wall-street-menguat-dengan-indeks-s-p-capai-penutupan-tertinggi-Fk9O8Zu26z.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Hal tersebut didukung perkembangan positif pada perdagangan AS-China dan janji stimulus lanjutan dari Bank Sentrak Eropa.

Indeks S&P 500 mengakhiri sesi dengan penutupan tertinggi sepanjang masa. Selain itu, keuntungan pada saham teknologi mendorong indeks Nasdaq lebih tinggi, sementara sektor keuangan memberikan dorongan terbesar kepada blue-chip Dow.

Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Penundaan Tarif Perang Dagang dan Stimulus ECB

Dow Jones Industrial Average naik 45,41 poin atau 0,17% menjadi 27.182,45. S&P 500 naik 8,64 poin atau 0,29% menjadi 3.009,57 dan Nasdaq Composite menambahkan 24,79 poin, atau 0,3% menjadi 8.194,47.

Tak hanya Wall Street, pergerakan saham-di seluruh dunia meningkat ketika China dan Amerika Serikat membuat konsesi menjelang pembicaraan yang direncanakan bulan depan di Washington. Di mana pertemuan tersebut bertujuan meredakan perang dagang yang telah menghancurkan pasar dan memicu kekhawatiran resesi selama berbulan-bulan.

Ilustrasi wall street

Presiden AS Donald Trump setuju untuk menunda kenaikan tarif barang-barang China bernilai miliaran selama dua minggu setelah China mengeluarkan tarif atas sekeranjang impor AS. dan berjanji untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS.

Selain itu, kepercayaan investor mendapat dorongan awal dari Bank Sentral Eropa (ECB), yang menjanjikan stimulus lanjutan untuk ekonomi zona euro melalui pembelian aset.

Baca Juga: Wall Street Meroket Didukung Naiknya Saham Apple hingga 3,2%

Menurut Kepala Investasi Lenox Wealth Advisors David Carter, skeptis tentang manfaat potensial dari stimulus tambahan.

"Pada tahap siklus ini, kami tidak yakin apakah pelonggaran ECB atau Fed lebih lanjut akan memiliki dampak fundamental yang bermakna mengingat bahwa suku bunga telah begitu rendah begitu lama," kata Carter, dikutip dari Reuters, Jumat (13/9/2019).

Federal Reserve AS diperkirakan akan memangkas suku bunga utama sebesar 25 basis poin minggu depan, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk mencegah tanda-tanda pelunakan ekonomi AS.

Pelunakan seperti itu tidak terlihat dalam data ekonomi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada Kamis. Harga konsumen inti naik 2,4% pada bulan Agustus, jauh di atas target inflasi 2% Fed dan klaim pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu.

Tokoh industri Deere & Co dan Caterpillar Inc masing-masing mengakhiri sesi turun 1,1% dan 1,0%, setelah Wells Fargo menurunkan peringkat saham mereka menjadi kinerja pasar.

Saham induk Google, Alphabet Inc naik 1,2% setelah Google mencapai penyelesaian USD1,1 miliar dengan otoritas Prancis untuk menyelesaikan penyelidikan penipuan fiskal, dan mengikuti kemenangan hukum atas penerbit Jerman atas tuntutan biaya.

Saham Tocagen Incl anjlok 77,7% setelah pengobatan kanker otak eksperimental pembuat obat gagal dalam penelitian tahap akhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini