nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Meroket Didukung Naiknya Saham Apple hingga 3,2%

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 07:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 278 2103800 wall-street-meroket-didukung-naiknya-saham-apple-hingga-3-2-jWORRmkG7i.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street bergerak lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat. Dipimpin kenaikan saham teknologi dan industri, setelah China memperluas cabang zaitun menjelang negosiasi perdagangan bulan depan dengan Amerika Serikat.

Indeks S&P 500 ditutup di atas angka 3.000 untuk pertama kalinya sejak 30 Juli. Dow Jones Industrial Average naik 227,61 poin, atau 0,85% menjadi 27.137,04, dan Nasdaq Composite menambahkan 85,52 poin atau 1,06% menjadi 8.169,68.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Dagang

Melansir Reuters, Kamis (12/9/2019), Wall Street naik usai Apple Inc memberikan dorongan terbesar untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq. Di mana perusahaan teknologi itu meluncurkan iPhone terbaru dan mengumumkan tanggal peluncuran layanan streaming Apple TV +. Sahamnya naik 3,2% dan mengangkat nilai perusahaan di atas angka USD1 triliun.

Ilustrasi wall street

Sementara itu, saham-saham Blue-chip di indeks Dow, dipimpin kenaikan berturut-turut dalam enam hari pada Boeing Co. Boeing menjadi eksportir AS terbesar berdasarkan nilai dolar, naik 3,6%.

Sebelumnya, China mengumumkan pembebasan tarif untuk beberapa barang AS. Tentu ini sebuah langkah positif yang dipandang investor sebagai bukti niat baik menyelesaikan perang dagang.

Baca Juga: Saham Teknologi Melemah, Wall Street Berakhir Mixed

Hal ini juga sebagai penguat karena beberapa minggu sebelum pembicaraan direncanakan pertemuan kedua negara yang bertujuan menyelesaikan perang perdagangan.

Namun, Penasihat Senior Gedung Putih mendesak investor untuk bersabar dalam upaya untuk mengekang harapan untuk pembicaraan perdagangan yang dijadwalkan berlangsung bulan depan di Washington.

"Pasar umum masih percaya bahwa kesepakatan nyata mungkin dan semua langkah Gedung Putih dan China hanyalah taktik negosiasi. (Tapi) keyakinan itu berayun setiap hari berdasarkan kicauan dan pernyataan dari Tiongkok," kata Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel Tim Ghriskey.

Selain itu, dalam serangkaian tweet pagi ini, Presiden Donald Trump meminta Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga ke wilayah negatif. Sebuah langkah yang biasanya dilihat sebagai upaya terakhir untuk menghidupkan kembali ekonomi yang lesu.

Pasar masih mengharapkan Fed untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneternya minggu depan.

Adapun pergerakan saham pada akhir perdagangan, Pembuat chip Micron Technology naik 2,2% setelah Longbow Research meng-upgrade saham menjadi beli. Philadelphia SE Semiconductor Index naik 1,5%.

Perusahaan jasa Oilfield, Baker Hughes A GE Co mencatat penurunan persentase terbesar di S&P 500, turun 7,5%, mengikuti berita bahwa perusahaan induk General Electric akan menjual USD3 miliar dalam saham Baker Hughes, menghasilkan kehilangan saham mayoritas GE.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini