nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Perdagangan Agustus Diproyeksi Surplus USD177 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 September 2019 10:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 320 2105281 neraca-perdagangan-agustus-diproyeksi-surplus-usd177-juta-AfHlFHpGOh.jpg Neraca Perdagangan Diproyeksi Surplus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 diproyeksikan mengalami surplus sebesar USD177 juta. Membaik dari posisi Juli 2019 yang mengalami defisit sebesar USD63,5 juta.

 Baca Juga: Rilis Neraca Perdagangan, Bagaimana Laju Ekspor-Impor di Agustus 2019?

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, laju ekspor bulan lalu turun 4,11% (year on year/yoy) dan impor turun 10,55% yoy. Sehingga surplus neraca perdagangan Agustus 2019 dipengaruhi oleh penurunan impor yang lebih besar ketimbang penurunan ekspor.

"Penurunan impor migas didorong oleh penurunan harga minyak mentah di pasar global sekitar 4% (month to month/mtm)," ujar Josua dalam risetnya, Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia-AS Surplus, tapi Defisit dengan China

BPS

Di sisi lain, impor non migas cenderung turun dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas manufaktur Indonesia, yang terindikasi dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang melambat. Investasi non bangunan yang tumbuh moderat juga mempengaruhi perlambatan impor non migas.

"Sementara di sisi ekspor, volume ekspor non migas diperkirakan cenderung meningkat terindikasi dari peningkatan aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan dan ditandai juga oleh peningkatan PMI manufaktur global," katanya.

Meski demikian, kinerja ekspor Indonesia juga turut dipengaruhi harga komodiras yang cenderung mixed. Di mana harga minyak kelapa sawit (CPO) secara rata-rata naik sekitar 9% mtm, namun harga batu bara cenderung turun sekitar 9% mtm sepanjang bulan lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini