Share

Menko Luhut Sebut Ada Penyimpangan Ekspor Bijih Nikel

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 320 2123821 menko-luhut-sebut-ada-penyimpangan-ekspor-bijih-nikel-pdvNFePGr1.jpg Menko Luhut soal Ekspor Bijih Nikel (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, membantah pandangan pemerintah menghentikan ekspor nikel. Yang dilakukan pemerintah adalah melakukan evaluasi karena ditemukan sejumlah penyimpangan sebelum masa berlakunya larangan resmi ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020.

“Kita evaluasi selama 2 minggu ini, selama 2 minggu ini kita hentikan, kita cek,” kata Luhut seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

 Baca Juga: Menko Luhut: Larangan Ekspor Nikel Hanya Sementara

Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi, evaluasi dilakukan karena berdasarkan informasi yang diterima pemerintah telah terjadi penyimpangan terhadap ekspor nikel. Ada kadarnya di atas 1,7, yang kedua dilakukan secara melanggar dari kuota yang didapat, yang ketiga dilakukan bukan orang yang punya smelter, yang keempat mungkin smelternya kemajuannya tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan.

Luhut juga menyampaikan, bahwa laporan dari Indonesia dengan laporan dari China itu angkanya berbeda, hampir 2 kali lipat. “Jadi berarti terjadi manipulasi dalam jumlah dan dari kadar nikelnya. Jadi negara harus hadir dalam begini. Tadi dalam rapat saya sampaikan tidak boleh kita melakukan itu, itu angkanya besar sekali,” ujarnya.

 Baca Juga: Mulai Besok, Pemerintah Resmi Larang Ekspor Bijih Nikel

Luhut juga menyampaikan, pihaknya akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk urusan ini dalam rangka pencegahan.

“Jadi oleh karena itu sekarang Kementerian ESDM sedang melakukan penelitian ke beberapa yang mendirikan atau mendapat izin ekspor karena mendirikan smelter akan diperiksa, benar tidak kemajuan sesuai laporan progress yang diberikan dan benar tidak dia mengekspor kadar yang di bawah 1,7. Nah KPK akan terlibat di sana. Jadi bisa terjadi nanti kalau ditemukan kesalahan akan ada yang ditindak,” tegas Luhut.

 Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini