nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Minta Bankir Bangun Kantor Cabang di Wamena

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 14:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 320 2126466 presiden-jokowi-minta-bankir-bangun-kantor-cabang-di-wamena-EO837BbKhV.jpeg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional untuk mau memperluas akses ke daerah-daerah di Indonesia. Hal itu dapat dilakukan dengan membuka kantor-kantor cabang hingga ke pelosok, seperti di Indonesia Timur.

"Jangan hanya berkantor di Jakarta saja, buka cabang di Wamena (Kota di Papua)," ungkap dia kepada ratusan bankir dalam acara IBEX 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga: Sentil Bank, Jokowi: Jangan Salurkan Kredit ke Perusahaan Besar-Besar Saja

Dengan menjangkau daerah pelosok di Indonesia, maka sekaligus perbankan bisa memberikan akses kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang banyak tersebar di sana. Pasalnya, selama ini UMKM sulit tersentuh pembiayaan perbankan.

Jokowi bahkan sempat menyebut, jangan hanya Bank Rakyat Indonesia (BRI) saja yang menyentuh pelaku usaha kecil dan memiliki layanan di daerah-daerah. Memang, bank plat merah tersebut memiliki ranah bisnis pembiayaan di usaha mikro.

Jokowi

"Jangan hanya BRI saja yang mengurus itu, bank yang lain juga, urus yang kecil yang berada di desa dan pelosok," kata dia.

Jokowi pun berkisah, selama 5 tahun terakhir memimpin Indonesia, dirinya telah menunjungi 380 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Kunjungan tersebut membuat dirinya menyadari Indonesia sangat luas dan pentingnya pemerataan.

"Jadi Pak Dirut dan Pak Direksi (perbankan) tolong datangi juga. Sehingga tahu 'Oh ini Indonesia', bukan cuma dari Sudirman hingga Thamrin saja yang butuh sentuhan-sentuhan tangan anda, tapi juga hingga ke Wamena," katanya.

Jokowi

Untuk mendukung perluasan akses tersebut Jokowi juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas dan regulator bisa membuat kebijakan insentif dan disinsentif. Sehingga manfaat dari sektor jasa keuangan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Perkuat insentif dan disinsentif terkait hal di atas, misalnya kalau ada bank mau buka cabang di Wamena diberikan suatu insentif," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini