Subsidi Pupuk Bakal Dialihkan, Bagaimana Nasib Petrokimia Gresik?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 320 2134484 subsidi-pupuk-bakal-dialihkan-bagaimana-nasib-petrokimia-gresik-H9JIUlwq4W.jpg Ilustrasi Pupuk. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)

JAKARTA - PT Petrokimia Gresik menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan berubahnya kebijakan terkait wacana pengalihan subsidi pupuk. Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) ini pun memperkuat pasar retail komersial.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, menjelaskan, saat ini sedang melakukan transformasi bisnis dengan sasaran untuk memperluas pangsa pasar (market share) dan menjadi pemain utama (dominant player) di sektor retail komersil.

Baca Juga: Musim Tanam, Stok Pupuk Subsidi Jabar-Banten Dipastikan Aman

“Kami ingin memperkuat barisan produk komersil kami, di mana saat ini Petrokimia Gresik baru menguasai sekitar 10-15% market share pupuk NPK retail komersil di Indonesia,” ujar Rahmad, dalam keterangannya, Selasa (26/11/2019).

Pupuk

Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan karena sejak 2.000, Petrokimia hingga kini telah memiliki 8 unit pabrik NPK dengan kapasitas produksi 2,7 juta ton per tahun. Selain itu, perseroan juga meluncurkan pupuk retail komersil NPK Petro Ningrat serta kantong pupuk non-subsidi dengan desain baru.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Jamin Stok Pupuk Bersubsidi saat Musim Tanam

Adapun pupuk yang diluncurkan hari ini adalah NPK Petro Ningrat 12-11-20 dengan kemasan 20kg. Pupuk ini secara spesifik diperuntukan bagi tanaman perkebunan, hortikultura, dan umbi, seperti tembakau, kentang, cabai, bawang merah, tomat, serta buah-buahan.

Produk ini semakin melengkapi varian pupuk NPK Petrokimia Gresik, dimana sebelumnya perusahaan telah memiliki pupuk NPK Phonska Plus untuk sektor tanaman pangan, dan NPK Kebomas untuk sektor perkebunan korporasi maupun ekspor dengan beragam formulasi sesuai kebutuhan konsumen.

“Berdasarkan hasil uji coba, NPK Petro Ningrat dapat meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan antara 10 hingga 37 persen,” ujar Rahmad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini