Jokowi Bakal 'Gigit' yang Senang Impor Migas dan Ganggu Program B30

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 320 2135726 jokowi-bakal-gigit-yang-senang-impor-migas-dan-ganggu-program-b30-8V0Ij7bDfz.jpg Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo nampaknya tidak main-main untuk menekan impor migas. Karena menurutnya, Indonesia saat ini masih dihantui oleh defisit neraca perdagangan yang masih tinggi.

Baca Juga: 6 Jurus BI Gairahkan Ekonomi Indonesia di Tahun Depan

Menurut Jokowi, dirinya tidak main main akan menindak tegas pihak-pihak yang masih impor migas. Dirinya pun mengaku sudah mengantongi nama-nama yang senang melakukan impor migas.

"Saya tahu yang impor siapa sekarang yang sudah saya sampaikan kalau ada yang mau ganggu, pasti akan saya gigit orang itu," ujarnya dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5%, Jokowi: Kalau Enggak Bersyukur, Kufur Nikmat Namanya

Jokowi juga mengancam kepada para pihak yang mencoba untuk menganggu program B30. Karena menurutnya, program ini sangat baik untuk mengurangi impor migas.

"Sebentar lagi Januari B30, masuk lagi B50 bisa berjalan, artinya impor minyak kita turun secara drastis. sehingga urusan neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita jadi lebih baik. Kenapa tidak dikerjakan? karena ada yang senang impor minyak," katanya.

 Jokowi

Selain itu lanjut Jokowi, dirinya juga akan terus meningkatkan ekspor dan produk substitusi impor. Jokowi akan terus meningkatkan sumber daya alam yang ramah lingkungan tanpa merugikan siapapun.

"Kita tahu sekarang ini yang banyak kita ekspor barang-barang mentah, baik itu timah nikel bauksit batubara. Padahal kalau ini diolah, dalam turunan menjadi barang setengah jadi atau jadi ini akan meningkatkan nilai tambah luar biasa," katanya.

Untuk itu, dia akan mencanangkan sebuah strategi bisnis yang besar agar impor yang dilakukan di Indonesia akan terus berkurang. Salah satunya menjadi produsen mobil listrik.

"Ini kita juga rancang yang namanya strategi besar bisnis negara. namanya nikel itu turunannya bisa dibuat lithium baterai. karena kita punya nikel, mangan. Ini harus diatur sehingga kita bisa menjadi pemain besar produksi mobil listrik dunia," kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini