nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komentar Sri Mulyani hingga Ahok Soal Korupsi, Ingat Integritas!

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 09:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 320 2141219 komentar-sri-mulyani-hingga-ahok-soal-korupsi-ingat-integritas-06qh7HgV8A.jpg Korupsi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hari Antikorupsi Sedunia diperingati setiap 9 Desember. Banyak orang memaknai apa arti korupsi di dalam kehidupannya masing-masing.

Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menilai korupsi selalu menjadi tantangan di dalam kementerian dan lembaga. Karena selalu timbul godaan untuk korupsi.

Menurutnya, korupsi dilakukan karena menjadi dilema. Di mana gaji pegawai kerap habis setelah 10 hari gajian.

Baca Juga: Uang Negara Dikorupsi hingga Rp531,5 Miliar, Netizen: Bisa Buat BPJS

"Jadi satu alasan untuk, korupsi atau enggak bisa hidup jujur karena setengah gajinya saja sudah habis dalam 10 hari," ungkap dia.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait Hari Antikorupsi, yang dirangkum pada Sabtu (14/12/2019):

1. Dirjen Pajak Paling Rentan Korupsi

Sri Mulyani menjelaskan, yang paling rentan terhadap godaan yakni pegawai Kantor Pelayanan Pajak yang selalu berhubungan dengan pemeriksaan wajib pajak. Apalagi wajib pajak yang memiliki potensi penerimaan pajak besar, bisa saja menyuap petugas pajak untuk menghindari bayar pajak.

Korupsi

2. Ingat Integritas

Menurut Bendahara Umum Negara tersebut, berapa pun besaran gaji yang diterima pegawai tersebut akan terasa tidak cukup jika diperhadapkan dengan uang bernilai miliaran hingga triliunan. Oleh sebab itu, integritas memang menjadi hal utama dalam menghindari praktik korupsi.

Baca Juga: Sri Mulyani Berharap KPK Tidak Dianggap Sebagai Ancaman

"Jadi kalau ngomong cukup atau enggak cukup itu masalah tamak atau enggak tamak. Integritas itu penting. Oleh karena itu kami selalu tetap waspada, karena kami dihadapkan pada situasi yang setiap hari memang bisa memberikan godaan," ungkapnya.

3. Korupsi Bunuh Diri Sendiri

Korupsi adalah musuh nyata pada integritas. Musuh tersebut harus dimusnahkan.

“Korupsi adalah musuh yang sangat nyata. Dia adalah satu tantangan yang bisa menghancurkan suatu negara. Anda mungkin tidak perlu musuh dari luar tapi musuh dari dalam diri kita sendiri. Esensi yang paling utama dari negara yang failed itu adalah masalah integritas,” ungkap Sri Mulyani.

4. Semangat Antikorupsi di Indonesia Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2019. Tercermin dari angka indeks yang di tahun ini tercatat sebesar 3,70 ,lebih tinggi dari tahun 2018 yang sebesar 3,66.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, skala indeks tersebut yakni 0 hingga 5. Sehingga jika nilai indeks mendekati angka 5 maka menunjukkan sikap masyarakat semakin anti korupsi. Sebaliknya, jika semakin mendekati angka 0 maka masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi.

"Dibandingkan tahun 2018 meningkat 0,04 poin, itu memang bagus tapi belum cukup. Ke depannya kita perlu menanamkan semangat anti korupsi di semua lapisan, karena pergerakannya ini sangat tipis," jelas dia.

5. Ahok: Akar Masalah RI Adalah Korupsi

Dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berharap semua pihak yang bertugas sebagai penyelenggara negara bisa menjadi contoh kepada masyarakat.

"Itu harapan saya dan tentu kita yakin kok akar semua masalah di Republik ini adalah korupsi," ujar Ahok.

6. Tips Ahok Cegah Korupsi

Korupsi itu bisa diatasi dengan transparansi dan penyelenggaraan negara yang baik. "Jadi, apabila itu baik. Maka semua bisa baik," ungkap dia.

7. Pesan Jokowi di Hari Antikorupsi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para pelajar sejak dini mencegah perilaku korupsi. Sebab, perilaku rasuah bisa menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Anak-anak sejak dini harus mengetahui ini. Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita," kata Jokowi di SMKN 57, Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini