Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

11 Fakta Tol Layang Terpanjang RI, Tak Ada Rest Area hingga Diawasi CCTV

Maylisda Frisca Elenor Solagracia , Jurnalis-Minggu, 15 Desember 2019 |08:17 WIB
11 Fakta Tol Layang Terpanjang RI, Tak Ada Rest Area hingga Diawasi CCTV
Rombongan Presiden Jokowi saat Melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek. (Foto: Okezone.com/Setkab)
A
A
A

JAKARTA Tol layang Jakarta-Cikampek II telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis ini 12 Desember 2019. Tol laying terpanjang di Indonesia ini baru bisa digunakan pada 20 Desember 2019.

Tol yang diresmikan lebih awal dari perkiraan ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan di Jakarta. Dihitung bisa mengurai kemacetan 30%-40% di Tol Jakarta Cikampek.

Berikut ini fakta mengenai tol layang Jakarta Cikampek yang dirangkum oleh Okezone pada Minggu (15/12/2019):

1.Tol Terpanjang di Indonesia

Pengoperasian Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek II sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Pasalnya, jalan tol tersebut akan beroperasi tengah bulan Desember ini.

Tol Japek II elevated ini merupakan jalan tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia. Dengan total panjang 38 kilometer yang terbentang dari Cikunir, Bekasi hingga Karawang.

"Pada tanggal 15 Desember 2019 sudah mulai fungsional," ungkap Direktur Utama PT Jasamarga Jalan layang Jakarta Djoko Dwijono pada Press Tour Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Elevated.

Tol Jakarta-Cikampek

2. Diresmikan di Tanggal Cantik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Jakarta-Cikampek Elevated pada Kamis (12/12/2019).

Dalam acara peresmian tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain itu hadir juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

"Dengan mengucap bismillah saya resmikan jalan tol Jakarta-Cikampek II," ujar Jokowi dalam acara peresmian Jakarta-Cikampek Elevated II di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

3. Tol Baru Dibuka pada 20 Desember 2019

Pasca-diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek belum bisa dilalui pengendara. Pasalnya, jalan tol ini baru dibuka untuk umum pada 20 Desember 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, alasan mengapa belum bisa dilalui karena ada beberapa pembersihan yang dilakukan oleh pihak operator PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sehingga pengendara pun bisa nyaman ketika melewati jalan tol layang terpanjang di Indonesia.

"Dipastikan sebelum 20 Desember 2019 sudah bisa dipakai untuk umum," ujarnya saat ditemui di Bekasi, Jakarta, Kamis (12/12/2019)

4. Terdapat 8 Akses Jalur Darat di Tol Japek II

Jalan tol layang tersebut dilengkapi dengan 8 akses jalur darurat yang terhubung dengan setiap simpang susun (interchange) di jalur eksisting.

Delapan titik tersebut ada di KM 13, 17, 21, 24, 28, 31, 36 dan 38.Jalan Tol Layang Japek berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

5. Tol Mengatasi Kemacetan di Cikampek hingga 30%

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Jakarta, Djoko Dwijono mengatakan, keberadaan jalan tol Cikampek II pastinya akan mengurai kemacetan di Jalan Tol Cikampek. Hal ini menjadi tujuan utama dari pembangunan tol laying Cikampek II tersebut.

"Maksimum 30% dapat mengurangi kecepatan di Tol Cikampek," ujarnya di Press Tour Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Elevated.

Tol Japek II diharapkan dapat mengurai kemacetan, khususnya saat mudik Natal dan Tahun Baru mendatang.

6. Sayangnya Tidak Ada Rest Area

Tol elevated ini tidak ada rest area. Walaupun begitu, Tol Japek II diharapkan dapat mengurai kemacetan. Khususnya, lanjut Djoko, saat mudik Natal dan Tahun Baru mendatang.

"Sementara ini kita nggak menyediakan rest area. Karena rest area hakikatnya ada setiap 50 km. Kalau mau rest area ada di tol bawah," papar Djoko.

Adapun rest area terdekat adalah Jalan Tol Japek Bawah Km 50 dan Km 57 (Arah Cikampek) dan Km 06 (Arah Cawang)

7. Tol ini Dilengkapi CCTV

Tol Japek II akan dilengkapi oleh CCTV. Di mana berguna mengatur ketertiban lalu lintas di sana.

"Terdapat juga 113 CCTV yang siap mengawasi,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Jakarta, Djoko Dwijono.

Tak lupa, dirinya juga menambahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) di tol layang Jakarta-Cikampek II. "Karena jalan layang baru. Harus ada SOP yang berbeda khususnya yang mengatasnamakan keselamatan," jelasnya.

8. Awas Kecepatan Pengendara

Batas kecepatan kendaraan yang melewati jalan tol layang juga dibatasi antara 60 – 80 km/jam. Batas kecepatan ini juga diawasi oleh Electronic Law Enforcement.

“Kami sudah menyiapkan CCTV di beberapa titik. Jadi bagi pengendara yang melebihi batas kecepatannya akan dikenakan sanksi pada saat keluar dari jalan tol. Dan kita sudah menugaskan petugas di setiap 4 km,” sambung Menhub.

Project Manager Japek II Elevated PT Waskita Karya (Persero) Tbk Fathur Rozaq mengatakan, pembangunan jalan tol yang memiliki panjang 36,4 kilometer ini sudah sesuai dengan kriteria desain yang menjadi acuan konstruksi.

9. Jangan Mengendarai Lebih dari 80 Km per Jam

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, Tol Jakarta-Cikampek Elevated II berbahaya dilintasi kendaraan dengan kecepatan di atas 80 km per jam. Oleh karena itu, dirinya mengimbau pengguna jalan tidak terlalu bersemangat memacu mobil hingga melebihi batas kecepatan yang ditetapkan.

"Sudah kami batasi maksimal 80 km per jam. Saya sudah coba. Kalau di kecepatan itu, potensi kecelakaan kecil. Tapi kalau sudah di atas 80 km per jam itu riskan, apa lagi untuk mobil kecil," ujarnya saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

"Kriteria desainnya direncanakan untuk kecepatan kendaraan maksimal 80 km per jam, dengan jarak pandang 110 meter yang dituangkan dalam parameter alignment vertikal dan horizontal yang mengadopsi standar ukuran jari-jari tikungan, panjang lengkung, kelandaian maksimum dan lain-lain yang sifatnya teknis" ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

10. Tol ini Digratiskan Selama Nataru

Jokowi berharap dengan adanya tarif gratis bisa mengurai kemacetan pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

"Sudah selesai dan ini akan digratiskan sampai nanti tahun baru. Kita harapkan dengan dibukanya jalan ini kemacetan bisa terkurangi dengan baik," ujarnya saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

11. Tol Japek II Tidak Memiliki Jalur Evakuasi Khusus

Kementerian Perhubungan meminta PT Jasa Marga (Persero) untuk menyiapkan skema evakuasi kecelakaan di jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek. Pasalnya, tol ini tidak memiliki jalur evakuasi khusus karena harus turun di ujung jalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan, evakuasi jika terjadi kecelakaan di Tol Layang Jakarta Cikampek akan merepotkan. Sebab, infrastruktur evakuasi seperti turun dan akses tangga ke bawah belum semua rampung.

Saat ini, akses menuju bawah baru tersedia dua jalur saja itupun terbatas untuk orang saja dan bukannya mobil. Oleh karena itu, dirinya ingin ada helipad untuk menyiagakan helikopter ketika penanganan kecelakaan.

"Makanya saya juga sampaikan, dulu pernah usul saya ke Jasa Marga, kalau bisa asosiasi tol buat baru helipad dan siapkan helikopter. Kalau ada kecelakaan, nanti heli itu yang evakuasi," ujarnya saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement