nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suku Bunga Acuan Tetap 5%, Gubernur BI: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 15:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 19 20 2143842 suku-bunga-acuan-tetap-5-gubernur-bi-jaga-momentum-pertumbuhan-ekonomi-yUdRPelfJu.jpg BI Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00% dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75%.

Baca Juga: Menutup Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5%

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat.

"Strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas, khususnya di pergantian tahun, dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," kata Perry di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Menanti Kebijakan Suku Bunga BI di Akhir 2019

Sementara itu, kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang masih di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.

 Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%

Kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Respons bauran kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas perekonomian dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam memitigasi risiko global.

Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini