Penjualan Daging Turun 30%, Pedagang Curhat Ekonomi Lesu

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 320 2146927 penjualan-daging-turun-30-pedagang-curhat-ekonomi-lesu-xYNsx1ZLRZ.jpg Pedagang Daging Ayam Mengeluh Penjualannya Turun Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Vania)

JAKARTA โ€“ Pedagang di pasar mengeluhkan turunnya penjualan jelang akhir 2019. Mereka menilai pelemahan ekonomi menjadi salah satu penyebab turunnya penjualan di Pasar Citra 5, Jakarta Barat.

Salah seorang pedagang daging sapi Lukman mengungkapkan, penjualan daging pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Salah satunya karena ekonomi yang melemah membuat daya beli masyarakat berkurang.

Baca Juga: Mendag Gelar Operasi Pasar di 15 Provinsi, Ada Apa?

Adapun harga daging khas dalam Rp150.000 per kilogram (kg), daging khas luar Rp130.000. Kemudian daging sengkel Rp130.000.

Telur

"Penjualan daging sapi turun sampai 30%, karena ekonomi yang lemah", ujar Lukman kepada Okezone, Sabtu (28/12/2019).

Senada dengan Lukman, pedagang telur Rizky juga mengeluhkan penjualan telur yang menurun. Di mana harga telur saat ini mencapai Rp28.000 per kg.

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Anjlok, Mentan: Belum Perlu Diintervensi

โ€œPenjualan berkurang sampai 30%-35% untuk telur, karena ekonomi tidak stabil,โ€ ujarnya.

Sementara itu menjelang tahun baru. Rizky menilai penjualan telur tidak akan mengalami perubahan. Menurutnya, telur banyak dibeli saat Hari Raya.

"Untuk tahun baru telur tidak berpengaruh. Saat Imlek lebih berpengaruh karena untuk membuat kue,โ€ kata Rizky.

Di sisi lain, penjual daging ayam Karti juga mengeluh meski telah melewati Hari Raya Natal dan menjelang Tahun Baru, penjualan daging tidak meningkat.

Adapun harga ayam kalasan Rp45.000 per ekor. Ayam negeri potong Rp40.000 per kg. Sedangkan harga ayam kalkun bervariasi di kisaran Rp65.000-Rp 90.000.

"Mungkin h-1 untuk tahun baru, saat ini belum mulai", ujar Karti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini